Jakarta, (Antara) - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengharapkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang baru memiliki kemampuan untuk membuka dan mengembangkan jaringan dalam upaya meningkatkan nilai investasi di Indonesia. "Dia harus mampu menjaring dan mengembangkan 'network' Indonesia ke berbagai negara," katanya di Jakarta, Selasa. Hatta juga mengharapkan Kepala BKPM merupakan individu yang mampu mengundang investasi masuk, terutama investasi yang bermanfaat untuk mendorong pengembangan barang baku (intermediate goods). "Dia harus cerdik dalam menilai investasi. Kalau investasi hanya dikembangkan terus menerus, membuat ketergantungan impor tinggi dan ini tidak baik. Jadi yang disebut intermediate goods itu menjadi perhatian penting," katanya. Selain itu, keterlibatan Kepala BKPM harus lebih aktif dalam Tim Nasional Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Investasi (PEPI) dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam konteks implementasi proyek MP3EI. "Tugas utamanya dalam konteks PEPI ini kita menarik investasi baik domestik maupun lokal. Ini hanya bisa kalau di BKPM itu sungguh memahami potensi yang bisa kita jual dan ditawarkan di Tanah Air kita. Salah satunya MP3EI itu," ujarnya. Hatta mengakui Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal memiliki kapasitas dan pengalaman untuk menduduki posisi yang saat ini masih dirangkap oleh Menteri Keuangan Chatib Basri. Namun, lanjut Hatta, pemilihan kandidat dan penetapan Kepala BKPM tersebut masih menunggu pengumuman resmi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Pak Dino memiliki kemampuan baik secara nasional maupun internasional, sebagai duta besar maupun staf khusus presiden. Tapi saya belum berani mengatakan apa-apa sebelum Presiden sendiri yang mengumumkan," ujarnya. (*/sun)