Legislator Minta Pemkab Serang Maksimalkan Serapan Anggaran
Sabtu, 24 Agustus 2013 17:46 WIB
Serang, (Antara) - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Banten meminta Pemerintah Kabupaten setempat untuk memaksimalkan serapan anggaran semester satu melalui Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD).
Anggota Komisi IV Ubaidillah di Serang, Sabtu menyarankan agar SKPD ada baiknya memberlakukan 'system stock of numb' (membayar sesuai hasil, red) seperti yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat, yang terbukti cukup efektif mengurangi perusahaan yang mengerjakan proyek di luar ketentuan.
"Saya sarankan SKPD mengikuti cara yang dilakukan DPU karena terbukti efektif dari segi hasil pengerjaan dan dari segi penyelamatan anggaran," ujarnya.
Sementara Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang lainnya Najib Hamas mengatakan berdasarkan hasil evaluasi terhadap serapan anggaran terhadap semua SKPD di dalam pengawasan, hasilnya ternyata ada beberapa SKPD yang dinilainya belum maksimal.
"Hal itu sebabkan hanya karena faktor-faktor non teknis," katanya.
Berkaitan dengan itu pihaknya menyoroti terhadap lima SKPD yakni Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Badan Lingkungan Hidup (BLH), serta Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo). Kemudian dua SKPD lainnya yakni Dinas Kelautan dan Perikanan Energi Sumber Daya Mineral (DKPESDM) dan Dinas Tata Ruang Bangunan dan Pemukiman (DTRBP).
"Memang sesungguhnya serapan anggaran mereka sudah diatas 50 persen kecuali Dishubkominfo, namun saat kami evaluasi sebenarnya bisa lebih maksimal," ujarnya.
Dia juga menjelaskan kendala yang didapat dari lima SKPD sehingga capaian serapan anggaran belum maksimal rata-rata sama yakni tiga faktor non teknis. Tiga faktor non teknis tersebut adalah masih adanya proses lelang yang diulang karena para pesertanya tidak memenuhi klasifikasi.
Kedua belum maksimalnya sinkronisasi antara Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) yang berakibat tidak turunnya Petunjuk Teknis (Juknis). Ketiga ada beberapa pemenang tender yang belum memulai pengerjaan.
"Kendala yang dihadapi SKPD hampir sama, terutama pemenang tender yang belum pengerjakan proyeknya, contohnya ruas jalan Cikande-Nambo," ungkapnya.
Atas temuan tersebut, Najib mengaku telah membuat beberapa rekomendasi, salah satunya adalah merekomendasikan agar sistem lelang elektronik lebih ditingkatkan. Dimana SKPD terkait terus mengingatkan dan tak segan memberi sanksi bagi perusahaan pemenang tender yang belum memulai proyeknya.
"Itu langkah yang kami upayakan," tegasnya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Pariaman minta bantuan Kemenhub terkait peningkatan pelayanan transportasi dan lalu lintas
22 jam lalu
Jalan di Limapuluh Kota amblas mirip sinkhole, DPRD minta pemda ambil langkah cepat
13 May 2026 11:08 WIB
Banyak membantu, warga minta BPN sediakan layanan lebih banyak lagi di PELATARAN
11 May 2026 15:51 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018