108 Tewas Dalam Kecelakaan Akibat Hujan di Pakistan
Senin, 19 Agustus 2013 8:53 WIB
Islamabad, (Antara/Xinhua-OANA) - Sedikitnya 108 orang telah tewas dan beberapa orang lagi cedera dalam kecelakaan terpisah yang dipicu oleh hujan terus-menerus di seluruh Pakistan sejak awal Agustus, kata beberapa pejabat, Ahad malam (18/8).
Brig. Kamran Zia, Juru Bicara Lembaga Penanganan Bencana Nasional di negeri itu (NDMA), mengatakan hujan lebat saat ini menggenangi 700 desa, mempengaruhi 334.000 orang dan merendam 5,25 hektrare lahan pertanian.
Jumlah korban jiwa paling banyak dilaporkan di Provinsi Punjab di bagian timur negeri tersebut, tempat 30 orang tewas dan 290.306 orang lagi terpengaruh dalam beberapa kecelakaan yang berkaitan dengan hujan. Beberapa daerah dataran rendah di provinsi itu digenangi air dan banyak orang terjebak di dalam rumah mereka.
Sebanyak 24 orang tewas dan 336 orang lagi terpengaruh ketika hujan lebat mengguyur beberapa daerah di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa termasuk Ibu Kota provinsi tersebut, Peshawar. Banjir bandang merusak saluran komunikasi dan listrik serta menghancurkan 4.279 acre tanah pertanian.
Sebanyak 22 orang telah tewas akibat hujan lebat dan banjir yang terjadi sesudahnya di Provinsi Sindh, Pakistan Selatan, tempat air merendam daerah dataran rendah, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi.
Di Provinsi Balochistan di Pakistan Barat-daya, 16 orang tewas dan dua orang lagi cedera dalam beberapa kejadian terpisah akibat hujan.
Dua-belas orang tewas dalam peristiwa terpisah atap runtuh, tenggelam dan tersengat listrik di daerah suku di bagian barat-laut negeri tersebut. Banyak jembatan penghubung tersapu banjir dan jalan terendam, sehingga melumpuhkan kehidupan warga setempat.
Di Daerah Kashmir Timur-Laut, empat orang tewas dan empat orang lagi cedera dalam kecelakaan akibat hujan.
Lalu lintas darat, kereta dan udara terganggu di daerah yang diguyur hujan. Sekolah, rumah sakit dan kantor juga masih tutup di daerah yang terpengaruh akibat hujan lebat dan banjir.
Sebanyak 44 kamp bantuan telah didirikan di seluruh negeri tersebut, tempat sebanyak 2.800 orang akan diberikan makanan dan tempat berteduh.
Musim hujan terjadi di Pakistan setiap Juni dan biasanya berakhir pada pekan pertama September. Selama masa itu, negeri tersebut seringkali diguyur hujan lebat, yang mengakibatkan banjir di berbagai daerah.
Banjir yang paling menghancurkan menerjang negeri itu pada 2010. Air merendam 20 persen lahan, menewaskan 1.540 orang dan melukai tak kurang dari 2.088 orang. Menurut laporan PBB, 557.226 rumah hancur, dan lebih dari enam juta orang mengungsi. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Update korban kecelakaan beruntun di Panyalaian, lima tewas dan tiga luka-luka
26 January 2026 18:50 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018