Petugas Siaga Bencana Masih Disiagakan
Rabu, 14 Agustus 2013 15:05 WIB
Painan, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan masih menyiagakan petugas dan peralatan siaga bencana di sejumlah objek wisata yang masih ramai dikunjungi wisatawan hingga beberapa hari ke depan.
"Belum tahu kapan waktunya petugas tersebut akan kami tarik ke markas penanggulangan bencana. Hingga kini mereka (petugas) masih dibutuhkan di sejumlah objek wisata tersebut karena pengunjung masih ramai," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan Hamdi di Painan, Rabu.
Peralatan kebencanaan yang ditempatkan di objek-objek wisata tersebut seperti perahu karet, tandu, mobil operasional dan perlengkapan lainnya sesuai kebutuhan.
Sedangkan jumlah dan jenis peralatan yang ditempatkan diberbagai tempat keramaian itu disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kerawanan masing-masing objek wisata yang ada.
Hingga kini ada empat objek wisata di kabupaten itu yang masih ramai dikunjungi para wisatawan dari berbagai daerah dan kota lainnya di nusantara. Objek wisata itu seperti Pantai Carocok Painan, pasir Putih Kambang, Jembatan Akar dan Air Terjun Bayang Sani.
Masing-masing objek wisata itu terdapat tingkat kerawanan bencana yang berbeda sesuai dengan karakteristik daerahnya. Dari empat objek wisata itu, objek wisata Pantai Carocok Painan menjadi prioritas bagi BPBD dalam menugaskan petugas dan perlengkapan kesiagaan karena paling ramai dikunjungi wisatawan.
Kata dia, selain menempatkan petugas dan peralatan, di objek-objek wisata tersebut pemkab juga memasang rambu-rambu peringatan pada lokasi yang dianggap rawan terjadinya bencana.
Misalnya pada objek wisata Pantai Carocok Painan. Di objek wisata yang terkenal dengan kemolekan pantai dan alam baharinya itu terdapat beberapa titik rawan seperti lokasi Batu Kareta.
Pada batu-batu besar yang menjorok ke laut itu sangat bagus sebagai tempat berfoto bagi pengunjung. Namun tempat itu rawan bencana yang dapat menyebabkan jatuhnya pengunjung akibat empasan gelombang besar.
Masih di kawasan itu terdapat sebuah pulau kecil. Masyarakat setempat menamakan pulau itu dengan Pulau Cingkuak. Di lokasi itu terdapat tempat bersejarah yakni benteng Portugis.
Dinamakan benteng Portugis, karena tempat itu sebagai pertahanan orang Portugis pada zaman dahulunya di kabupaten itu. Untuk pergi ke Pulau Cingkuak, pengunjung harus menaiki alat transportasi laut yang sudah tersedia di kawasan Pantai Carocok.
Begitu juga dengan tiga objek wisata lainnya yang masih ramai dikunjungi para wisatawan hingga kini setelah lebaran Idul Fitri 1434 Hijriah, di samping memiliki keunikan dan keindahan, masing-masing terdapat sejumlah titik rawan bencana. (*/jun/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Antisipasi curah hujan tinggi, Fadly Amran perintahkan semua jajaran siaga
02 January 2026 15:22 WIB
Tim akademisi Fakultas Kedokteran UPN-Bukittinggi laksanakan siaga mobile dan instalasi air bersih untuk warga terdampak bencana di Tanah Datar
22 December 2025 12:04 WIB
PLN UID Sumatera Barat Gelar Apel Siaga, Tegaskan Kesiapan Hadapi Nataru 2025/2026
16 December 2025 11:33 WIB
Gubernur Mahyeldi tekankan Posko Terpadu harus siaga 24 jam untuk data resmi bencana
07 December 2025 20:59 WIB
PLN Sumatera Barat kerahkan ratusan personel perkuat siaga kelistrikan akibat cuaca ekstrem
27 November 2025 15:12 WIB
Hujan dan angin kencang landa Padang Panjang, Wako imbau masyarakat waspada dan siaga
24 November 2025 12:42 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018