Presiden Venezuela Minta Hak Dekrit Khusus untuk Perangi Korupsi
Selasa, 13 Agustus 2013 16:55 WIB
Karakas, (Antara/Reuters) - Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Senin mengatakan dirinya akan meminta hak untuk mengeluarkan dekrit khusus, seperti yang digunakan pendahulunya Hugo Chavez, guna memerangi korupsi di negara tersebut,
Maduro yang menjabat Menteri Luar Negeri dan Wakil Presiden ketika Chavez masih berkuasa, menang tipis dalam pemilu yang digelar empat bulan lalu setelah mentor sosialisnya wafat akibat penyakit kanker.
Sejak itu dia telah berhadapan dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat serta peningkatan inflasi serta perpecahan koalisi yang diwarisinya dari Chavez. Kelompok pendukungnya berasal dari kalangan perwira militer, pemikir kiri dan kelompok milisi bersenjata.
Kebijakan anti-korupsi baru yang diluncurkan Maduro dengan terang-terangan telah berhasil menjerat sejumlah pejabat senior di sejumlah BUMN Venezuela.
Tetapi hal itu kemudian mendapat cibiran publik yang menyebutkan bahwa "ikan besar" yang memiliki koneksi politik tidak akan tersentuh.
Dalam pidato yang disarkan di televisi, Maduro menyatakan dirinya akan meminta Majelis Nasional, yang didominasi oleh pendukungnya, untuk memberikan dekrit khusus agar dapat meningkatkan upaya pemberantasan korupsi.
"Saya akan mengumumkan kondisi darurat nasional perang terhadap korupsi dan saya akan meminta hak khusus untuk mengubah undang-undang, bahkan kalau perlu semuanya diubah guna melawan korupsi," katanya.
Untuk mendapat hak dekrit itu, Maduro setidaknya membutuhkan dukungan dari tiga perlima anggota Majelis sebelum mendapat penentangan dari legislator pihak oposisi tahun depan.
Chavez sebelumnya telah memerintah dengan hak dekrit yang diberikan oleh legislatif pada 2010 guna mempercepat rekonstruksi sejumlah proyek pasca-bencana banjir besar yang menyebabkan 140 ribu orang kehilangan tempat tinggal.
Saat itu sejumlah kritikus menuduh dirinya memanfaatkan bencana untuk menyampingkan pengaruh dari legislatif.
Chavez kemudian mengatakan dirinya telah difitnah secara besar-besaran di seluruh dunia dan menyatakan bahwa hak dekrit itu akan diserahkan jika langkah penanggulangan pasca-bencana berjalan sesuai waktunya.
Masih belum jelas Undang Undang apa yang akan diubah Maduro jika mendapat hak dekrit khusus itu.
Dalam indeks persepsi korupsi terbaru Transparansi Internasional, Venezuela merupakan negara paling korup ke-9 di dunia.
Di antara sejumlah pejabat senior yang ditangkap semasa kampanye anti korupsi Maduro ada lima orang yang dituduh menggelapkan dana 84 juta dolar dari yayasan pembangunan yang didanai oleh China.
Tetapi banyak rakyat Venezuela yang secara terbuka meragukan sejumlah individu yang diyakinin korup, namun belum diadili karena dekat dengan pemerintah.
Para loyalis Chavez melihat itu sebagai penghianatan atas upaya yang dilakukan pahlawan mereka, sehingga persepsi bahwa pemerintah korup yang dijalankan saat ini menjadi tantangan besar bagi Maduro selain masalah kriminal dan ekonomi yang juga menghantui. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Brazil gagal ke puncak klasemen setelah ditahan imbang Venezuela 1-1
13 October 2023 10:56 WIB, 2023
Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Amerika Selatan, Uruguay menang tipis 1-0 atas Ekuador
10 September 2021 9:58 WIB, 2021
Ekuador gagal petik tiga poin setelah diimbangi Venezuela di menit akhir
21 June 2021 10:02 WIB, 2021
Kualifikasi Piala Dunia 2022: Laga Uruguay vs Venezuela berakhir tanpa gol
09 June 2021 9:23 WIB, 2021
Brazil siap-siap "perang" dengan Uruguay seusai atasi Venezuela 1-0
14 November 2020 15:36 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018