Miko Kamal: Ketua MA harus serius membenahi pengawasan internal
Jumat, 2 Desember 2022 21:21 WIB
Ketua DPC Peradi Padang Miko Kamal. (ANTARA/Doc.Pribadi)
Padang (ANTARA) - Mahkamah Agung bergetar lagi, setelah Hakim Agung Sudrajat Dimyati (SD) ditangkap beberapa minggu yang lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan seorang hakim agung lagi sebagai tersangka: Gazalba Saleh (GS).
Hakim Agung GS ditetapkan sebagai tersangka bersama-sama dengan Hakim Yustisial/Panitera Pengganti pada Kamar Pidana Prasetio Nugroho (PN) dan staf GS Redhy Novarisza (RN).
Penetapan tersangka Hakim Agung GS ini sangat memalukan. Hakim Agung yang seharusnya bertanggung jawab menegakkan hukum justeru meruntuhkan pilar hukum itu sendiri.
Jika kondisi ini berlanjut, cita-cita pendiri negara (founding fathers) menjadikan negara Republik Indonesia sebagai Negara Hukum (Rechtsstaat) semakin jauh dari kenyataan.
Peristiwa ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa-biasa saja. Ketua Mahkamah Agung yang bertanggung jawab langsung menjaga marwah lembaga tertinggi penjaga keadilan harus segera mengambil langkah-langkah penting dengan segera.
Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia Padang (DPC Peradi Padang) berpendapat bahwa Ketua Mahkamah Agung perlu memeriksa lagi mekanisme dan praktik pengawasan internal di Mahkamah Agung.
Semestinya pengawasan tidak hanya berfokus pada para hakim agung. Orang-orang yang berada di lingkaran hakim agung seperti hakim yustisial dan para staf hakim agung harus diawasi ketat.
Tidak hanya di level Mahkamah Agung, mekanisme dan praktik pengawasan terhadap orang-orang yang bekerja di jajaran Mahkamah Agung (Pengadilan Tingkat Pertama dan Tingkat Banding) juga jadi perhatian khusus Ketua Mahkamah Agung.
Sebab, praktik mafia peradilan justeru terjadi secara masif di lembaga tersebut yang melibatkan para hakim, panitera, panitera pengganti, juru sita dan staf lainnya.
Peristiwa penangkapan dan penetapan tersangka Hakim Agung ini juga harus dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi Komisi Yudisial (KY) dalam proses rekrutmen hakim agung. Kejadian memalukan ini seolah membuktikan bahwa KY gagal merekrut hakim agung yang berintegritas.
DPC Peradi Padang mengimbau rekan-rekan advokat seluruh Indonesia terutama advokat anggota DPC Peradi Padang untuk tidak terlibat dalam praktik mafia peradilan. Namun berperan aktif merintangi praktik-praktik mafia peradilan. Caranya melaporkan setiap dugaan praktik mafia peradilan kepada organisasi dan/atau aparat penegak hukum yang berwenang.
DPC Peradi Padang juga mengapresiasi segenap upaya KPK memberantas praktik mafia peradilan, dan mendukung tuntutan maksimal terhadap pelaku mafia peradilan di persidangan nantinya.(Opini menjadi tanggung jawab penulis)*
Hakim Agung GS ditetapkan sebagai tersangka bersama-sama dengan Hakim Yustisial/Panitera Pengganti pada Kamar Pidana Prasetio Nugroho (PN) dan staf GS Redhy Novarisza (RN).
Penetapan tersangka Hakim Agung GS ini sangat memalukan. Hakim Agung yang seharusnya bertanggung jawab menegakkan hukum justeru meruntuhkan pilar hukum itu sendiri.
Jika kondisi ini berlanjut, cita-cita pendiri negara (founding fathers) menjadikan negara Republik Indonesia sebagai Negara Hukum (Rechtsstaat) semakin jauh dari kenyataan.
Peristiwa ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa-biasa saja. Ketua Mahkamah Agung yang bertanggung jawab langsung menjaga marwah lembaga tertinggi penjaga keadilan harus segera mengambil langkah-langkah penting dengan segera.
Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia Padang (DPC Peradi Padang) berpendapat bahwa Ketua Mahkamah Agung perlu memeriksa lagi mekanisme dan praktik pengawasan internal di Mahkamah Agung.
Semestinya pengawasan tidak hanya berfokus pada para hakim agung. Orang-orang yang berada di lingkaran hakim agung seperti hakim yustisial dan para staf hakim agung harus diawasi ketat.
Tidak hanya di level Mahkamah Agung, mekanisme dan praktik pengawasan terhadap orang-orang yang bekerja di jajaran Mahkamah Agung (Pengadilan Tingkat Pertama dan Tingkat Banding) juga jadi perhatian khusus Ketua Mahkamah Agung.
Sebab, praktik mafia peradilan justeru terjadi secara masif di lembaga tersebut yang melibatkan para hakim, panitera, panitera pengganti, juru sita dan staf lainnya.
Peristiwa penangkapan dan penetapan tersangka Hakim Agung ini juga harus dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi Komisi Yudisial (KY) dalam proses rekrutmen hakim agung. Kejadian memalukan ini seolah membuktikan bahwa KY gagal merekrut hakim agung yang berintegritas.
DPC Peradi Padang mengimbau rekan-rekan advokat seluruh Indonesia terutama advokat anggota DPC Peradi Padang untuk tidak terlibat dalam praktik mafia peradilan. Namun berperan aktif merintangi praktik-praktik mafia peradilan. Caranya melaporkan setiap dugaan praktik mafia peradilan kepada organisasi dan/atau aparat penegak hukum yang berwenang.
DPC Peradi Padang juga mengapresiasi segenap upaya KPK memberantas praktik mafia peradilan, dan mendukung tuntutan maksimal terhadap pelaku mafia peradilan di persidangan nantinya.(Opini menjadi tanggung jawab penulis)*
Pewarta : Rilis-Ant
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Palestina kecam Israel atas pemindahan paksa pasien ke RS Indonesia
29 December 2024 13:06 WIB, 2024
50 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di dekat RS Kamal Adwan
27 December 2024 9:37 WIB, 2024
Serangan drone Israel akibatkan RS Kamal Adwan Gaza utara lumpuh total
23 December 2024 9:07 WIB, 2024
Indonesia kecam keras serangan Israel terhadap RS Kamal Aswan di Gaza
07 December 2024 13:21 WIB, 2024
WHO kecam serangan Israel yang menghancurkan rumah sakit di Gaza utara
01 November 2024 8:58 WIB, 2024
Hendri Septa-Hidayat gandeng Miko Kamal Associates kawal Pilkada bersih
10 October 2024 16:36 WIB, 2024
Terpopuler - Perspektif
Lihat Juga
Titik Lemah Penanganan Bencana: Revolusi Logistik untuk Ketangguhan Bangsa Hadapi Bencana
10 December 2025 16:49 WIB
Bulan November tanpa hari libur nasional, tapi ada sejumlah momen peringatan
02 November 2025 8:42 WIB
KI Sumbar monev keterbukaan informasi publik lima badan di Payakumbuh dan Limapuluh Koto
31 October 2025 10:19 WIB
Tanggal 25 Oktober hari apa? Kenapa jadi hari paling berpengaruh bagi seniman
25 October 2025 7:40 WIB
24 Oktober diperingati Hari Dokter Nasional, ayo beri semangat dan apresiasi
23 October 2025 14:02 WIB
Hari Jadi Provinsi Sumbar berbarengan dengan Hari Kesaktian Pancasila, diperingati tiap 1 Oktober
01 October 2025 11:18 WIB
Tanggal 28 September hari apa? ternyata Hari Jadi Pertambangan dan Energi
28 September 2025 21:18 WIB