Filipina akan Tingkatkan Ronda Laut
Selasa, 6 Agustus 2013 17:04 WIB
Teluk Subic, Filipina, (Antara/AFP) - Filipina berjanji meningkatkan ronda laut, sementara menerima kapal perang kedua dari Amerika Serikat untuk memperkuat pertahanannya dalam sengketa bahari dengan China.
Presiden Benigno Aquino memimpin angkatan laut menyambut kapal BRP Ramon Alcaraz, kapal kelas Hamilton, yang tidak dipakai lagi oleh angkatan laut AS dan diberikan kepada Manila.
Kapal itu ditempatkan di Subic, bekas pangkalan angkatan laut Amerika di pantai barat pulau Luzon menghadap Laut China Selatan di manaa Filipina terlibat sengketa wilayah dengan China.
"Kini BRP Alcaraz telah tiba, kita akan meningkatkan patroli kita di zona ekonomi ekslusif Filipina," kata Aquino dalam pidato sementara utusan AS untuk Manila dan mendapat sambutan tepuk tangan para pejabat lainnya.
"Kapal itu juga akan meningkatkan kemampuan kita untuk melawan setiap ancaman," katanya.
Aquino tidak menyebut secara langsung nama China, yang mengklaim Laut China Selatan yang juga diklaim Filipina dan negara-negara lainnya.
Alcaraz, nama yang diambil dari seorang komodor Filipina dan pahlawan dalam Perang Dunia II yang menggempur pesawat tempur Jepang, adalah kapal perang kedua yang diterima Filipina dari sekutu dekatnya Amerika Serikat dalam tahun-tahun belakangan ini,yang dapat meningkatkan kemampuan militernya.
Yang pertama adalah kapal BRP Gregorio del Pilar, diperoleh tahun 2011 dan segera dikirim mematroli perairan negara itu untuk menghadapi apa yang disebut pemerintah militerisasi China yang meningkat atas perairan yang disengketakan itu.
Pada 2012, Gregorio del Pilar berhadapan dengan kapal-kapal China dalam satu ketegangan yang di Beting Scarborough dekat Subic.
China akhirnya menguasai beting itu setelah Filipina mundur.
Alcaraz yang berbobot mati 3.250ton dapa menghadapi gelombang kuat dapat tinggal lebih lama di laut ketimbang kapal-kapal sekarang, yang memungkinkan patroli yang lebih luas, kata angkatan laut.
Militer Filipina dianggap paling lemah di kawasan Asia Tenggara dan sedang berusaha meminta bantuan AS untuk meningkatkan kemampuannya.
Pemerintah pekan lalu mengatakan bantuan militer AS untuk Manila akan meningkat lebih dari 60 persen menjadi 50 juta dolar AS tahun in, dengan kemungkinan akan memperoleh satu kapal angkatan laut ketiga.
Pasukan AS dalam jumlah keci akan ditempatkan secara bergilir untuk melatih tentara di Filipina, kendatipun departemen pertahanan baru-baru ini mengatakan pihaknya telah melakukan perundingan dengan sejawat-sejawat Amerikanya bagi penggunaan bersama pangkalan-pangkalan Filipina.
Pesawat pengintai P3 Orion milik angkatan laut Amerika Serikat juga membantu Filipina mengumpulkan informasi intelijen di Laut China Selatan.
China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan walaupun perairan itu dekat negara-negara tetangganya. Sengketa itu telah lama dianggap satu titik pemicu konflik di kawasan itu.
Subic, bersama dengan pangkalan udara Clark telah lama menjadi fasilitas-fasilitas militer AS, memegang peran penting dari perang Dunia II sampai Perang Vietnam dan selama Perang Dingin.
Senat Filipina pada tahun 1991 memutuskan menutup pangkalan-pangkalan-pangkalan AS di negara itu. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Resmi perpanjang kontrak, Thomas Tuchel akan terus latih Inggris hingga 2028
13 February 2026 4:41 WIB
Persita dalam bidikan Semen Padang FC yang akan buktikan kekuatan di kandang
04 February 2026 14:13 WIB
Pemprov Sumbar Akan prioritaskan ke Daerah Terdampak Bencana pada Kegiatan Safari Ramadhan Tahun 2026
02 February 2026 15:31 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018