Pemberontak Kiri Kecam Dubes Baru AS untuk Filipina
Minggu, 4 Agustus 2013 12:11 WIB
Manila, (Antara/Xinhua-0ANA) - Partai Komunis Filipina (CPP) Sabtu mengecam penunjukan "ahli intervensionisme" Philip Goldberg sebagai duta besar Amerika Serikat berikutnya untuk Filipina oleh Presiden AS Barack Obama.
CPP, organisasi payung kelompok pemberontak Tentara Rakyat Baru (NPA), mengatakan penunjukan Goldberg adalah dan hinaan bagi rakyat Filipina bahkan karena itu pertanda niat AS untuk mempertinggi gangguan dan intervensi militer di Filipina dengan tujuan lebih memperkuat pijakannya di dalam negeri dan di kawasan Asia-Pasifik.
Goldberg, Asisten Sekretaris Intelijen dan Penelitian saat ini yang berada di bawah Departemen Luar Negeri AS, ditetapkan untuk menggantikan Harry Thomas, yang telah menjadi duta besar AS di Filipina sejak 2010.
"Ini adalah penghinaan besar bagi rakyat Filipina bahwa pemerintah AS mengatur untuk mengirimkan duta besarnya seseorang yang telah dinyatakan persona non grata di negara lain," kata CPP.
CPP menunjukkan bahwa Goldberg diusir sebagai duta besar AS untuk Bolivia pada tahun 2008 karena telah melakukan intervensi dan tindakan subversi terhadap pemerintah Evo Morales, yang telah secara terbuka tegas melakukan intervensi AS terhadap kedaulatan nasional dan dominasi ekonomi asing.
CPP, dengan sayap bersenjatanya NPA, telah melancarkan perang melawan pemerintah selama lebih dari empat dekade. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Pessel Rusma Yul Anwar Terima Penghargaan Digital Governement Award
21 March 2023 11:44 WIB, 2023
Perwira polisi tewas ditembak dengan senjata rakitan, bagian pelipis kiri tembus ke kanan
21 March 2022 14:05 WIB, 2022
Ben Chilwell absen, Tuchel yakin Marcos Alonso bisa tutupi bek sayap kiri utama Chelsea
01 December 2021 5:33 WIB, 2021
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018