Menag: Pertemuan Rekonsiliasi Syiah Berlangsung Positif
Jumat, 2 Agustus 2013 5:15 WIB
Suryadharma Ali
Surabaya, (Antara) - Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan para ulama Madura yang membahas rekonsiliasi pengungsi Syiah Sampang, Madura, di Gedung Grahadi Surabaya, Kamis malam, berlangsung positif.
Menurut Menteri Agama, pertemuan itu merupakan kelanjutan dari pertemuan antara para ulama dan pengungsi Syiah di Sampang, Madura, pada 24 Juli dan pertemuan 25 Juli. Dalam kedua pertemuan tersebut kedua belah pihak, para ulama dan pengikut Syiah, memperlihatkan keinginan yang kuat untuk rekonsiliasi.
Hal ini, menurut Suryadharma, karena tali kekeluargaan dan persaudaraan antara kedua belah pihak yang masih kuat. Baik dari para santrinya maupuan ulamanya.
Dalam pertemuan Kamis malam ini, menurut Menteri Agama sejumlah kesepahaman antara perwakilan pengungsi Syiah dengan para ulama Madura untuk rekonsiliasi semakin menguat.
Dalam pertemuan tersebut disepakati adanya rekonsiliasi akan dibangun melalui pencerahan terhadap para pengungsi guna melakukan persamaan persepsi atas pemahaman keagamaan yang dianut. "Proses pencerahan ini akan dilakukan di perumahan Puspoargo di Sidoarjo," katanya.
Menurut Suryadharma, dengan adanya pencerahan tersebut diharapkan akan adanya dialog dan kesepahaman terhadap ajaran yang dikembangkan oleh Tajul Muluk tersebut (Syiah). Sehingga diharapkan akan lebih memudahkan untuk mengembalikan pengungsi Syiah ke tempat tinggalnya.
Ia menambahkan, saat ini telah ada tujuh keluarga yang kembali ke rumah mereka. Dan mereka disambut baik warga setelah proses pencerahan tersebut.
Percepatan Pembangunan
Dalam pertemuan tersebut, para ulama Madura juga mengharapkan kepada Presiden Yudhoyono adanya kebijakan percepatan pembangunan di daerah tersebut.
Para ulama merasa Madura masih tertinggal dengan daerah lain baik dari sisi perekonomian, pendidikan maupun infrastruktur.
Untuk itu, menurut Menteri Agama, pemerintah telah merencanakan program percepatan pembangunan untuk Madura. "Program percepatan pembangunan ke Madura sudah dirancang, tidak kurang dari Rp1 triliun disiapkan untuk percepatan pembangun ekonomi, perumahan dan lain-lain," katanya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinas Kesehatan Pessel gelar pertemuan Penyusunan Profil Kesehatan 2025 di Hotel Triza Painan
06 December 2025 6:35 WIB
Prediksi pertandingan, rekor pertemuan, susunan pemain Semen Padang FC dan Borneo FC
08 November 2025 14:35 WIB
Jadwal BRI Super League pekan ke-12, ada pertemuan penguasa klasemen vs juru kunci
05 November 2025 7:11 WIB
Pertemuan perdana, Sekjen ATR/BPN harapkan peran penyidik PNS dalam penegakan hukum internal
23 October 2025 14:07 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018