Abuja, (Antara/Reuters) - Nigeria akan mulai menarik sekitar 1.200 tentaranya di Mali pada Rabu dan memindahkan mereka dalam operasi keamanan di dalam negeri, kata militer, Selasa. Nigeria telah merencanakan penarikan terutama disebabkan oleh kebutuhan lebih banyak tentara untuk memerangi pemberontakan di dalam negeri. "Tentara terutama mereka yang tidak tertampung dalam struktur yang baru dibentuk PBB ... misi di Mali" kata Brigadir Jenderal Chris Olukolade dalam satu pernyataan. "Mereka bergabung dengan operasi keamanan dalam negeri yang sedang berlangsung." Dia tidak menentukan berapa banyak tentara yang akan ditarik, hanya mengatakan bahwa "masukan berapa banyak orang dan bahan yang cukup besar masih akan ... melanjutkan misi PBB," termasuk satu rumah sakit militer yang dikelola Nigeria. Para pemilih dalam pemilihan presiden Mali ternyata hadir dalam jumlah besar dan berlangsung secara damai pada Minggu, bersemangat untuk menyongsong awal baru setelah kudeta Maret 2012 yang memungkinkan pemberontak separatis dan yang terkait Al Qaida merebut gurun utara tahun lalu. Penghitungan suara telah diperdebatkan dan hasilnya cenderung menyebabkan ketegangan. Pada pertengahan Mei, Presiden Goodluck Jonathan mengumumkan keadaan darurat dan melancarkan serangan terhadap sekte Islamis Nigeria Boko Haram di Nigeria timur laut. Pemberontakan ini tetap aktif dan telah membentangkan pasukan keamanan Nigeria. Gerilyawan itu diduga menewaskan 15 orang dalam ledakan bom di kota utara Kano pada Selasa. (*/sun)