Istanbul, (Antara/Reuters) - Polisi Turki menahan tiga orang pada Minggu setelah sekelompok pengunjuk rasa mencoba untuk mengadakan buka puasa di sebuah taman di pusat Kota Istanbul yang telah menjadi sumber aksi unjuk rasa anti-pemerintah. Setidaknya empat orang ditahan beberapa jam kemudian setelah buka puasa, makan malam yang diadakan setiap malam selama bulan suci Ramadhan, yang diselenggarakan oleh demonstran di jalan tidak jauh dari lokasi itu, kata saksi. Mereka mengatakan polisi yang didukung oleh kendaraan lapis baja mendekati kerumunan itu untuk membubarkan mereka, dan orang-orang mulai meneriakkan slogan-slogan. Buka puasa itu, yang dihadiri oleh ratusan orang, seharusnya diselenggarakan di Taman Gezi, ruang terbuka hijau tempat aksi unjuk rasa pertama kali meletus pada bulan Mei, namun polisi memblokir pintu masuk utama ke taman itu. Gezi dibuka kembali awal bulan ini setelah pihak berwenang membersihkan taman itu dari ribuan pengunjuk rasa yang telah menduduki taman itu pada bulan Juni guna mencegah pembongkaran dan pembangunan replika barak militer yang semula akan digunakan untuk mall. Aksi lingkungan hidup kecil itu dengan cepat menjamur menjadi demonstrasi terbesar yang pernah terjadi di Turki dalam tiga dasawarsa terakhir, dan menyebabkan lima orang tewas dalam bentrokan dengan polisi. Para pengunjuk rasa marah dengan apa yang mereka nilai sebagai gaya otoriter Perdana Menteri Tayyip Erdogan dan meningkatnya konservatisme agama setelah partainya memerintah selama 10 tahun. Rencana meruntuhkan Gezi telah ditangguhkan oleh pengadilan Istanbul dan Erdogan mengatakan ia akan menghormati putusan pengadilan. Bentrokan sporadis masih terjadi di dekat Gezi saat polisi membubarkan demonstrasi terencana. (*/sun)