Kemenperin Akan Gandeng Batan Awetkan Bahan Makanan
Rabu, 24 Juli 2013 3:33 WIB
Jakarta, (Antara) - Kementerian Perindustrian tengah melakukan pembicaraan dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) untuk pengawetan bahan baku makanan.
Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Euis Saedah di Jakarta, Selasa, mengatakan kerja sama kedua lembaga itu diharapkan mampu mengatur penawaran dan permintaan yang selama ini seringkali berbanding terbalik dan menimbulkan gejolak harga.
"Kita lagi pembahasan, rencana habis Lebaran ada kunjungan ke sana, baru setelah itu kita coba untuk mendesain program 2014 untuk bidang itu seperti apa, lalu kita undang investor," katanya.
Campur tangan investor, menurut Euis, diperlukan untuk mengimbangi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terbatas.
"Jadi disamping APBN yang terbatas, investor juga diundang, karena memungkinkan adanya 'income' (pendapatan)," jelasnya.
Euis menuturkan upaya pengawetan bahan makanan sebenarnya sudah dilakukan di Bekasi, Jawa Barat. Namun, kapasitasnya masih sangat terbatas meski diminati banyak pelaku usaha.
"Produknya sendiri ada macam-macam, mulai dari bumbu kemas hingga sosis, makanya saya mau coba apa bakso bisa dibuat seperti itu," katanya.
Ia berharap dengan sistem pengawetan yang baik, akan ada lebih banyak stok bahan baku makanan maupun makanan untuk memenuhi permintaan pasar.
Batas masa kadaluarsa yang lebih panjang akan bisa menyokong industri, terutama bagi pelaku usaha yang telah memiliki pasar besar dengan sebaran luas.
"Jadi yang biasanya hanya awet dua minggu nanti bisa dua bulan," katanya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Resmi perpanjang kontrak, Thomas Tuchel akan terus latih Inggris hingga 2028
13 February 2026 4:41 WIB
Persita dalam bidikan Semen Padang FC yang akan buktikan kekuatan di kandang
04 February 2026 14:13 WIB
Pemprov Sumbar Akan prioritaskan ke Daerah Terdampak Bencana pada Kegiatan Safari Ramadhan Tahun 2026
02 February 2026 15:31 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018