Tujuh Tewas Dalam Serangan Pemberontak di Filipina
Sabtu, 20 Juli 2013 21:17 WIB
Davao City, Filipina, (Antara/Xinhua-0ANA) - Sedikitnya tujuh orang tewas dalam serangan yang diluncurkan oleh pemberontak sayap kiri terhadap satu pos milisi di Filipina selatan Jumat pagi, kata militer.
Enam anggota kelompok pemberontak sayap kiri dari Tentara Rakyat Baru (NPA) dan satu milisi pro-pemerintah tewas dalam pertempuran yang meletus pada sekitar pukul 05.00 waktu setempat di detasemen Bantuan Warga Bersenjata di desa Banag-banag, Sibagat, sebuah kota di provinsi Filipina Selatan Agusan del Sur, kata Mayor Leo Bongosia, juru bicara Divisi Infanteri ke-empat Angkatan Darat Filipina.
Bongosia mengatakan kepada Xinhua melalui pesan teks bahwa setidaknya 40 orang NPA bersenjata menyerang pos pedalaman, tetapi mereka gagal untuk merebut instalasi yang dipertahankan oleh jumlah yang sama milisi lokal.
Dua helikopter tempur MG-520 Angkatan Udara Filipina dikirim ke daerah tersebut, menembakkan roket terhadap pemberontak, memaksa mereka untuk mundur setelah lebih dari satu jam pertempuran, katanya.
Juru bicara militer mengatakan penduduk desa melihat pemberontak mundur menyeret setidaknya setengah lusin mayat rekan-rekan mereka, dan dia percaya puluhan lainnya bisa saja terbunuh atau terluka dalam pemboman udara tersebut.
Bongosia mengatakan, operasi pengejaran sekarang diluncurkan terhadap pemberontak yang melarikan diri.
NPA dengan kekuatan 4.000 pejuang, sayap bersenjata dari Partai Komunis Filipina, yang telah meletuskan serangan gerilyawan kiri di 60 provinsi Filipina sejak 1969. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Update korban kecelakaan beruntun di Panyalaian, lima tewas dan tiga luka-luka
26 January 2026 18:50 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018