Hatta: Penetapan Bea Progresif Cegah Penumpukan Kontainer
Selasa, 9 Juli 2013 19:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengusulkan penetapan bea progresif kepada para importir untuk mencegah penumpukan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Ada sinyalemen importir kita malas mengambil barang karena biaya penempatan di pelabuhan murah sekali. Kalau betul begitu, kenakan bea progresif," katanya di Jakarta, Selasa.
Menurut Hatta, dengan penerapan bea progresif tersebut, para importir tidak akan menahan kontainer terlalu lama di kawasan pelabuhan, karena biaya akan dikenakan apabila muatan menumpuk di wilayah kepabeanan.
"Penetapan bea progresif, agar sekian hari barang cepat bebas, tapi kalau sekian hari kontainer tidak diurus, naikkan beanya," katanya.
Hatta mengatakan penumpukan kontainer tersebut menjadi salah satu penyebab lamanya waktu bongkar muatan hingga barang keluar pelabuhan ("dwelling time") hingga delapan hari.
Padahal, pemerintah dalam rapat koordinasi beberapa bulan lalu telah memutuskan waktu "dwelling time" selama empat hari sebelum pelaksanaan Komunitas Ekonomi ASEAN pada 2015.
"Ini sudah ditangani, Wamenkeu sudah berkantor di sana, nanti saya akan minta laporannya setiap hari. Tapi semua harus berpartisipasi baik importir, Bea Cukai, dan lainnya," katanya.
Hatta mengatakan lamanya waktu "dwelling time" menjadi masalah yang harus diatasi karena hal tersebut merupakan ukuran dari efisiensi pelayanan kepabeanan yang terkait dengan iklim investasi.
"Ini menjadi ukuran efisiensi sistem logistik kita, karena investor bertanya berapa lama 'dwelling time' kita sebelum membangun pabrik di sini. Kalau masih lama, mereka akan malas investasi di sini," katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026