Bamako, (Antara/AFP) - Militer Mali menuduh gerilyawan Tuareg melanggar perjanjian perdamaian di kota wilayah timurlaut, Kidal, dengan menyerang warga sipil dan prajurit. "MNLA mengerahkan wanita dan anak-anak di Kidal untuk melemparkan batu pada penduduk kulit hitam, pasukan (penjaga perdamaian) Afrika dan prajurit Mali," kata juru bicara militer Letnan Kolonel Diarran Kone, menunjuk pada separatis Tuareg, Gerakan Nasional bagi Pembebasan Azawad (MNLA). (*/sun)