Waspadai Produk Perawatan Kulit Dijual "Online"
Jumat, 5 Juli 2013 6:39 WIB
Jakarta, (Antara) - Konsumen yang gemar membeli produk kecantikan dan perawatan kulit yang dijual secara 'online' atau melalui internet, sebaiknya lebih waspada, imbau dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Gloria Novelita, SpKK dari Klinik BeYouTiful.
"Saat ini saya banyak menaruh perhatian pada produk perawatan yang dijual melalui toko online (online shop), yang memberikan solusi instan namun ternyata berbahaya," ujar Gloria usai jumpa pers di Jakarta, Kamis.
Produk kecantikan dan perawatan kulit yang dimaksud oleh Gloria adalah jenis pemutih kulit serta penghilang jerawat, yang diduga mengandung aneka senyawa yang dapat membahayakan kesehatan penggunanya.
Sebut saja senyawa seperti merkuri, hidroquinon, serta asam retinoat dengan dosis tinggi, yang dikatakan Gloria banyak digunakan oleh produsen obat untuk memberikan hasil yang cepat dan memuaskan.
Sebagian besar produk kecantikan dan perawatan kulit tersebut diduga tidak mendapatkan surat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan karena dianggap mengandung zat berbahaya.
"Memang benar, usai menggunakan obat-obat tersebut, kulit menjadi lebih cerah dan bebas jerawat dalam waktu singkat. Namun dampak selanjutnya bisa membahayakan," jelas Gloria.
Untuk penggunaan kosmetik atau produk perawatan yang mengandung hidroquinon dalam jangka waktu tertentu, dikhawatirkan dapat menyebabkan okromasi kulit.
"Okromasi itu adalah deposit pigmen, tapi bukan pigmen melamin seperti biasa namun intensitasnya hampir permanen sehingga sulit sekali untuk diobati," jelas Gloria.
Penderita okromasi kulit biasanya memiliki wajah yang berwarna biru keabu-abuan, dan seolah-olah seperti terdapat pasir di bawah kulitnya.
Sementara itu kandungan merkuri pada kosmetik dan produk perawatan ditakutkan akan membawa bahaya sistemik pada tubuh.
"Tahu sendiri kan, merkuri itu bisa mengganggu ginjal dan merusak sistem saraf sehingga efek sistemiknya lah yang kita takutkan," kata Gloria.
Gloria juga mengimbau agar konsumen menaruh curiga bila ada obat atau perawatan kulit yang menawarkan solusi kulit secara instan hanya dalam tujuh atau delapan hari. Karena pada kenyataannya obat yang baik harus bisa meregulasi kulit terlebih dahulu.
"Itu ada waktunya yaitu sekitar tiga kali siklus kulit. Satu kali siklus kulit itu sekitar 28 sampai 30 hari, jadi bertahap," jelas Gloria.
Perbaikan kondisi kulit dalam kurun waktu satu bulan dikatakan Gloria sudah tergolong wajar, namun bila dalam waktu kurang dari sebulan obat sudah menunjukkan hasil optimal, patut dicurigai.
Lebih lanjut Gloria menjelaskan, berdasarkan observasi yang dia lakukan, ciri-ciri produk perawatan kulit yang mengandung senyawa berbahaya memiliki bau khas, serta warnanya seragam.
"Pada krim pemutih itu terbagi jadi krim pagi dan krim malam. Kalau krim pagi warnanya kekuningan sementara untuk malam warnanya putih mutiara," papar Gloria.
Sementara itu, obat yang pada umumnya diberikan oleh dokter kulit dan kecantikan pada umumnya berwarna putih untuk krim siang dan kekuningan untuk krim malam.
Krim siang dikatakan Gloria berwarna putih karena mengandung ekstrak vitamin A. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prodi Informasi dan Humas UNDIP dampingi UMKM Mangunharjo bangun identitas visual, dorong daya saing produk lokal
24 April 2026 3:15 WIB
Bazar UMKM Dharmasraya ramai, Annisa : wadah promosikan produk dan penggerak ekonomi lokal
19 April 2026 19:13 WIB
Wagub Vasko dorong Kabupaten/Kota di Sumbar tiru langkah Pariaman perluas pasar produk pangan
15 April 2026 17:20 WIB
Gubernur Mahyeldi Dorong Produk Industri Lokal Jadi Prioritas Pembangunan di Sumbar
31 March 2026 19:04 WIB
Ketua Dekranasda Padang Panjang tekankan peningkatan mutu dan digitalisasi UMKM
26 February 2026 9:45 WIB
Berdayakan pelaku usaha lokal, Pemkot Padang berkomitmen gunakan produk dalam negeri
12 February 2026 15:01 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018