Unand latih kader kesehatan soal bayi, balita dan anak
Minggu, 5 Desember 2021 10:20 WIB
Pelatihan kader kesehatan soal bayi, balita dan Anak. (Antara/HO-Unand)
Padang (ANTARA) - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyaraka Universitas Andalas (Unand) Padang menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat soal penanganan bayi, balita dan anak bagi kader kesehatan di Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan.
Ketua Kegiatan Pengabdian Masyarakat Unand Yulizawati, S.ST., M.Keb di Padang, Minggu menyebutkan kegiatan ini dilaksanakan oleh 12 orang panitia yang terdiri atas dosen dan mahasiswa.
Mengambil tema “Pemberdayaan kader kesehatan untuk optimalisasi pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Keluarga Berencana (KB) di masa pandemi COVID-19 mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera pada tahun 2030.”
Kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan dan edukasi terkait bayi baru lahir, bayi, balita dan anak, pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita dan deteksi dini permasalahan tumbuh kembang BBL, bayi, balita dan anak diikuti 32 orang kader.
Menurut dia edukasi, pemantauan tumbuh kembang dan deteksi dini pada BBL, bayi, balita dan anak perlu dilakukan karena, jika terdapat masalah bisa langsung segera diatasi tanpa menunda.
Penundaan hanya akan menyebabkan tingkat keparahan akan suatu keadaan yang tidak diharapkan terjadi, kata dia
Untuk itu diharapkan pada masyarakat agar selalu memperhatikan kesehatan khususnya pada anak mereka dimulai dari BBL, bayi, balita, hingga usia anak sekalipun.
Ketua Kegiatan Pengabdian Masyarakat Unand Yulizawati, S.ST., M.Keb di Padang, Minggu menyebutkan kegiatan ini dilaksanakan oleh 12 orang panitia yang terdiri atas dosen dan mahasiswa.
Mengambil tema “Pemberdayaan kader kesehatan untuk optimalisasi pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Keluarga Berencana (KB) di masa pandemi COVID-19 mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera pada tahun 2030.”
Kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan dan edukasi terkait bayi baru lahir, bayi, balita dan anak, pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita dan deteksi dini permasalahan tumbuh kembang BBL, bayi, balita dan anak diikuti 32 orang kader.
Menurut dia edukasi, pemantauan tumbuh kembang dan deteksi dini pada BBL, bayi, balita dan anak perlu dilakukan karena, jika terdapat masalah bisa langsung segera diatasi tanpa menunda.
Penundaan hanya akan menyebabkan tingkat keparahan akan suatu keadaan yang tidak diharapkan terjadi, kata dia
Untuk itu diharapkan pada masyarakat agar selalu memperhatikan kesehatan khususnya pada anak mereka dimulai dari BBL, bayi, balita, hingga usia anak sekalipun.
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wamenkomdigi sebut ANTARA berperan penting publikasikan program pemerintah
20 January 2026 19:41 WIB
Terpopuler - Kampus
Lihat Juga
Sri Meiyenti resmi raih gelar Doktor, angkat perspektif budaya dalam pencegahan stunting di Sumbar
03 February 2026 20:23 WIB
Unbrah gelar Promosi Bersanding dengan kampus ternama nasional dalam Edufair Bengkulu 2026
08 January 2026 6:23 WIB
Dosen Fikes Unbrah gelar Gencat Seni guna cegah stunting sejak remaja di SMAN 13 Padang
14 November 2025 11:43 WIB