Padang (ANTARA) - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X menginisiasi kerjasama sepuluh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berada dibawahnya dengan PT Pegadaian Kanwil II di Padang.


"Kami memfasilitasi kerja sama antara dunia industri yang dalam hal ini PT Pegadaian Kanwil II atau BUMN dengan PTS dalam rangka mempercepat pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)," kata Kepala LLDIKTI Wilayah X, Prof Dr Herri, MBA, di Padang, Rabu.


Ia mengatakan dengan kerja sama yang akan dijalin tersebut, akan ada kegiatan-kegiatan yang mendukung MBKM, seperti magang bagi mahasiswa termasuk dosen, serta kegiatan penelitian dan sebagainya.


Prof Herri menyampaikan, usai dilakukan inisiasi kerja sama hari ini, maka berikutnya akan ditindaklanjuti oleh masing-masing PTS untuk proses MoU serta MoA.


Pada pertemuan itu, LLDIKTI Wilayah X memfasilitasi pertemuan dengan PT. Pegadaian Kanwil II bersama 10 PTS yang ada di Sumatera Barat.


"Pertemuan hari ini barulah pembicaraan awal, apabila perencanaannya sudah matang, akan kita libatkan juga PTS di luar Sumatera Barat untuk bekerja sama dengan PT Pegadaian," ucapnya.


Terkait kerja sama dengan dunia industri, ia mengemukakan selain dengan PT. Pegadaian, pihaknya juga sudah memfasilitasi kerja sama antara PTS dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).


"Kerja sama dengan Kadin ini diharapkan industri yang tergabung didalamnya juga bisa turut mendukung kerja sama yang telah dilakukan oleh Kadin bersama PTS," ujarnya.

Prof Herri berharap, melalui pertemuan hari ini bisa terwujud kerja sama dalam berbagai kegiatan, tidak hanya dalam bentuk magang, juga diharapkan mitra dari PT Pegadaian juga bisa bekerja sama dengan PTS tersebut.


Sementara Pemimpin Wilayah PT. Pegadaian Kanwil II, Maryono, MBA, menyampaikan akan menindaklanjuti kerja sama tersebut melalui MoU dan MoA yang rencananya dilakukan awal 2022.


"Kami merintis kerja sama dengan PTS ini sebab kami selaku bagian dari BUMN yang memiliki bisnis, kami ingin berkolaborasi dengan para akademisi dalam bentuk program MBKM," ucapnya.


Pihaknya ingin menjadi partner bagi perguruan tinggi dalam memberikan media pembelajaran bagi pemagang meskipun mahasiswa itu bukan dari rumpun ekonomi.


"Sebab, konsep MBKM sendiri disebutkan bahwa siapapun boleh belajar apapun jadi mahasiswa yang non ekonomi boleh melakukan magang di tempat kami," ucap Maryono.


Kemudian, melalui kerja sama dengan lembaga perguruan tinggi ini nantinya juga akan memberikan nilai tambah kepada masyarakat sekitar, khususnya untuk penyaluran CSR.


"Misalnya dalam program pengelolaan sampah, kami akan mendapatkan narasumber dari Fakultas Teknik Lingkungan dan lain sebagainya, dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat yang akan  melakukan program misalnya mendaur ulang sampah," ujarnya.


Ia menambahkan, inti dari kerja sama dengan PTS tersebut adalah juga dalam rangka memperkuat lini bisnis masing-masing sekaligus memberikan nilai tambah pada masyarakat.





 

Pewarta : Mutiara Ramadhani
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2024