Pakar Ungkap Kiat Puasa Bagi Lansia
Selasa, 2 Juli 2013 15:16 WIB
Jakarta, (Antara) - Pakar Kesehatan Orang Lanjut Usia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dr Purwita Wijaya Laksmi mengungkapkan kiat berpuasa bagi lansia menjelang bulan Ramadhan yang jatuh pada awal Juli 2013.
"Orang usia lanjut yang sehat dan pasien usia lanjut atau pasien geriatri yang stabil kondisi fisiknya dan terkontrol penyakitnya diperbolehkan berpuasa," ujar Purwita Wijaya Laksmi di Jakarta, Selasa.
Purwira mengatakan, asupan makanan dan cairan lansia yang sedang berpuasa harus diperhatikan sejak sahur hingga buka puasa, dengan mengonsumsi cairan air putih yang cukup, sekitar delapan hingga 10 gelas per hari.
"Dianjurkan mengkonsumsi jus buah dan tidak dianjurkan banyak mengkonsumsi teh dan kopi saat sahur, karena merangsang seringnya buang air kecil, sehingga menyebabkan dehidrasi," ujarnya.
Menurut Purwita, kebutuhan kalori yang mengandung zat gizi seimbang sesuai kebutuhan individu harus terpenuhi seperti bila tidak berpuasa dengan pola makan yang dianjurkan yaitu 40 persen kalori saat sahur dan 50 persen kalori saat berbuka puasa.
"Memakan makanan ringan sebelum Shalat Maghrib, makanan besar setelah Shalat Maghrib, 10 persen kalori setelah Shalat Tarawih dan dianjurkan mengkonsumsi jenis makanan yang lebih lambat dicerna dan tinggi serat saat sahur," papar Purwita.
Saat berbuka, lanjut dia, dianjurkan mengkonsumsi kurma sebelum makan makanan berat, karena mengandung gula yang dapat mengembalikan kadar gula dalam darah dengan cepat dan serat yang dikandungnya dapat mencegah terjadinya sembelit.
Selain itu, Purwita menganjurkan agar lansia membatasi makanan berlemak atau digoreng dan mengonsumsi makanan dan minuman sesuai kebutuhan.
Purwita mengatakan, dalam melakukan aktivitas fisik, lansia dianjurkan untuk melakukannya secara wajar dengan cukup beristirahat.
Bagi lansia yang harus mengonsumsi obat, Purwita mengatakan agar tetap diminum dengan jadwal yang disesuaikan pada saat sahur dan berbuka.
"Lansia harus tetap memonitor kesehatan sebelum, selama, dan sesudah berpuasa. Pengecekan kadar glukosa darah dan tekanan darah lebih sering, Waspada terhadap terjadinya kekurangan cairan (dehidrasi), kekurangan zat gizi, dan hipoglikemia atau kadar glukosa darah yang sangat rendah," tutur Purwita.
Menurut dia, lansia sebaiknya tidak memaksakan diri untuk terus berpuasa, manakala kondisi tidak memungkinkan atau pasien lansia geriatri yang sedang mengalami penyakit akut dan yang belum atau tidak terkontrol penyakitnya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018