JK: Kemungkinan Lalai Tinggi Dalam Pengiriman Dinamit
Senin, 1 Juli 2013 13:05 WIB
Jusuf Kalla
Jakarta, (Antara) - Jusuf Kalla menilai adanya kemungkinan kelalaian yang tinggi dalam pengamanan dinamit yang hilang Kamis (27/6) di perjalanan dari Subang ke Bogor.
"Memang kekurangan pengawalan, empat truk tapi pengawalan hanya dua orang (petugas) ya pasti kekurangan pengawalan. Kalau penjagaan kurang, kemungkinan lalai pasti tinggi sekali," kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu usai upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-67 di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Senin.
Menurut Kalla, pengamanan oleh dua petugas untuk empat truk pembawa bahan peledak yang berbahaya itu sangat kurang, apalagi pengiriman dilakukan tengah malam.
Hingga saat ini, Mabes Polri bersama Polda Jabar dan Polda Metro Jaya terus melakukan penyelidikan atas hilangnya 250 batang dinamit itu.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie mengatakan pihaknya telah memeriksa sebanyak 15 orang saksi yang diduga mengetahui dan dapat memberikan keterangan mengenai hilangnya dinamit.
"Diperiksa 15 orang di antaranya pengemudi truk, kondektur, pegawai perusahaan penerima dan pengirim, di Polda Jabar," katanya.
Sementara daya ledak dinamit yang dicuri itu diperkirakan "low explosion" dan tidak disertai detonator.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak dua boks berisi 250 batang dinamit diketahui hilang, setelah supir memeriksa penutup truk dalam kondisi rusak dan terbuka di Bogor, Kamis (27/6) pagi.
Truk bernomor polisi T-8952 bersama tiga truk lainnya mengambil dinamit milik PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) dari Gudang Bahan Peledak Kalijati Subang, Jawa Barat, pada Rabu (26/6).
Rencananya, peledak berbahan dasar amonium nitrat tersebut akan diantarkan ke PT Batu Sarana Persada (BSP) yang berlokasi di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Diketahui truk pembawa dinamit itu sempat lima kali berhenti, di antaranya karena macet dan ganti ban serta sempat transit di Marunda, Jakarta. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terbuka kemungkinan pembekalan untuk wakil kepala daerah, Khofifah meminta
16 February 2025 18:10 WIB
Mendiktisaintek sebut ada kemungkinan uang kuliah naik imbas efisiensi
14 February 2025 10:15 WIB, 2025
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018