Jakarta, (Antara) - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantaeng bersama tim Tagana dan dibantu masyarakat masih melakukan pencarian terhadap satu dari enam anak yang terseret arus sungai Bissapu di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Sabtu, BPBD Bantaeng melaporkan pencarian terhadap seorang anak yang hilang terseret arus sungai dilanjutkan setelah sebelumnya dihentikan sekitar pukul 24.00 WITA. Kejadian berawal ketika enam orang anak yang berasal dari Desa Bungeng, Kabupaten Jeneponto berada di sekitar Sungai Bissapu terseret arus sungai yang tiba-tiba naik. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (28/6), sekitar pukul 16.00 WITA. Beruntung lima anak bernama Herman, Iwan, Agus, Ismail, dan Rowa berhasil diselamatkan. Namun sayangnya satu anak belum berhasil ditemukan hingga Sabtu pagi, ujar dia. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa tim TRC BPBD Kabupaten Bantaeng bersama masyarakat, BSB dan Tagana berupaya mencari keenam korban, namun satu diantaranya belum dapat ditemukan. Pencarian, menurut dia, mulai dilanjutkan kembali sekitar pukul 06.45 WITA, dengan kembali menyisir Sungai Bissappu ke muara Sungai Kaili yang berlokasi di Kecamatan Bissapu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. (*/jno)