PBB, (Antara/AFP) - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa Selasa secara bulat sepakat bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB berkekuatan 12.600 petugas harus dikerahkan di Mali mulai 1 Juli, kata Duta Besar Inggris untuk PBB Mark Lyall Grant. Lyall Grant, ketua dewan untuk Juni, mengatakan bahwa meskipun ada hambatan keamanan, logistik dan politik di negara itu, dalam kekacauan sejak Maret 2012, ada "kesepakatan bulat" pasukan penjaga perdamaian PBB untuk mengambil alih dari operasi militer yang dipimpin Prancis Senin. Pasukan Prancis, yang campur tangan di Mali pada Januari untuk menghentikan gerakan maju gerilyawan Islamis ke ibu kota, akan menyerahkan tugas keamanan utama kepada pasukan PBB, yang dikenal sebagai MINUSMA sejak Senin. Prancis akan mempertahankan setidaknya 1.000 tentara di negara itu, namun untuk operasi-operasi anti-terorisme. "Kondisi keamanan yang memuaskan, tidak ada serangan besar telah dicatat terhadap pasukan Mali dan Afrika, dan yang paling penting, meskipun ada hal tertentu yang ditakutkan penduduk, proses politik telah mengalami evolusi sangat positif," kata Duta Besar Prancis di PBB Gerard Araud, menyambut serah-terima itu. Araud mengatakan pemerintah Prancis akan mulai mengurangi 3.000 tentaranya yang saat ini berada di Mali mulai akhir Agustus. (*/sun)