Pariaman (ANTARA) - Kota Pariaman, Sumatera Barat telah memiliki 44 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari 55 desa di daerah itu yang bergerak di berbagai bidang usaha guna meningkatkan pendapatan asli desa, menciptakan lapangan kerja, serta mengakomodir usaha warga setempat.


"Tinggal 11 desa lagi yang belum memiliki BUMDes dan tentu kami dorong terus untuk mendirikan sesuai dengan potensi daerahnya masing-masing," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Pariaman, Hendri di Pariaman, Selasa.


Ia menyebutkan adapun usaha yang dijalankan oleh BUMDes yang ada di Pariaman yaitu mulai dari di bidang pariwisata, peternakan dan pertanian, perdagangan, hingga jasa.


Adapun desa di Pariaman yang memiliki BUMDes yaitu diantaranya Desa Apar dan Tungkal Selatan bergerak di bidang pariwisata, Desa Bato bidang peternakan sapi, Desa Kampung Tangah peternakan dan pengelolaan lahar tidur, serta Desa Palak Aneh menyewakan tenda pernikahan.


Pertumbuhan BUMDes untuk tahun ini hanya satu yaitu Desa Kampung Baru yang rencananya bergerak pada bidang usaha sablon yang hal ini menurutnya usaha tersebut berpotensi karena melihat karakter warganya yang berdagang.


Namun, lanjutnya dari 44 desa yang telah memiliki BUMDes tersebut masih ada usahanya yang bergerak lambat dan juga ada yang bisa dijadikan percontohan yang hal itu tergantung dari kemampuan pengurusnya.


Lambatnya perkembangan usaha BUMDes itu, menurutnya karena bisa disebabkan pemilihan usaha yang dijalankan BUMDes belum tepat serta membuat laporan keuangan yang sulit.


"Jadi kami akan melatih pengurus ini agar BUMDesnya dapat berkembang serta bisa membuat laporan dengan baik," katanya.


Pihaknya juga telah melakukan pelatihan terhadap pengurus BUMDes di Pariaman terkait administrasi pada Maret 2021. Pihak desa pun juga dapat melatih pengurus BUMDes dengan menggunakan dana desanya.


Diketahui pada 2019 jumlah BUMDes di Pariaman sudah mencapai 38 usaha. Pemerintah Kota Pariaman pun menargetkan seluruh desa memiliki BUMDes guna meningkatkan kesejahteraan warga setempat.