DPR Sepakati Empat Asumsi Makro RAPBN 2014
Senin, 24 Juni 2013 20:05 WIB
Jakarta, (Antara) - Komisi XI DPR RI menyepakati empat asumsi makro Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014 dalam rapat kerja dengan Kementerian Keuangan, Bappenas, dan BPS, Senin.
"Jadi, kita menyetujui empat asumsi makro RAPBN 2014 yang meliputi pertumbuhan ekonomi 6,4--6,9 persen, inflasi 3,5--5,5 persen, nilai tukar Rp9.600--Rp9.800, dan suku bunga SPN tiga bulan 4,5--5,5 persen," kata Ketua Komisi XI DPR RI Emir Moeis di Jakarta.
DPR berharap asumsi-asumsi makro tersebut dapat dicapai oleh Pemerintah dan tidak akan ada revisi lagi jika nanti telah disahkan dalam tahap selanjutnya.
"Nanti di nota keuangan akan mengerucut lagi, mudah-mudahan nantinya tidak ada perubahan dengan angka-angka asumsi tersebut," ujar Emir.
Sementara itu, asumsi harga minyak mentah (ICP), lifting minyak, dan lifting gas pada tahun 2014 akan dibahas terpisah dengan Komisi VII DPR RI.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2014 yang ditetapkan pada kisaran 6,4 persen--6,9 persen telah mempertimbangkan kondisi perekonomian global terkini.
Chatib menjelaskan bahwa perekonomian global pada tahun 2014 diperkirakan membaik yang ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi negara yang terkena krisis serta meningkatnya volume perdagangan dunia.
Dari sisi sektoral, kata dia, yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi adalah sektor industri, sektor perdagangan, hotel dan restoran, serta sektor pengangkutan dan telekomunikasi.
Pemerintah optimistis asumsi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2014 akan dapat dicapai sesuai dengan kapasitas perekonomian Indonesia.
Untuk laju inflasi yang ditetapkan pada kisaran 3,5 persen--5,5 persen, Chatib mengatakan bahwa Pemerintah akan mengupayakan peningkatan produksi komoditas pangan untuk meredam gejolak harga dan menerapkan kebijakan dalam bidang energi.
Laju inflasi diperkirakan akan meningkat tahun depan karena perekonomian global yang tumbuh akan mendorong peningkatan permintaan dunia terhadap beberapa komoditas utama, seperti bahan pangan dan energi di pasar internasional.
Asumsi nilai tukar rupiah Rp9.600--Rp9.800 per dolar AS, lanjut dia, Pemerintah akan melakukan harmonisasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah serta mengantisipasi krisis pada sektor keuangan. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Bukittinggi sepakati optimalisasi pemungutan pajak bersama DJP dan DJPK
17 October 2025 13:40 WIB
DPRD-Pemkab Pasaman sepakati KUA-PPAS 2026 untuk perkuat pembangunan daerah
15 September 2025 5:11 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018