Baghdad, (Antara/Xinhua-OANA) - Seorang pekerja dan seorang polisi tewas dan tiga orang lagi cedera dalam serangan terhadap pusat penghitungan suara di Irak Barat pada Kamis (20/6), kata satu sumber polisi. Seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya, Kamis malam, di Ibu Kota Provinsi Anbar, Ramadi, sekitar 100 kilometer di sebelah barat Ibu Kota Irak --Baghdad. Seorang pegawai Komisi Tinggi Independen Pemilihan Umum Irak dan seorang polisi tewas dan tiga orang lagi cedera, kata sumber tersebut, yang ingin disebutkan jatidirinya, kepada Xinhua. Irak pada Kamis menyelenggarakan pemilihan umum provinsi di Anbar dan Nineveh, dua provinsi yang didominasi pemeluk Sunni, tempat pemilihan umum sebelumnya ditunda karena alasan keamanan. Sebanyak 2,8 juta orang yang memenuhi syarat sebagai pemilih berkumpul di 716 pusat pemungutan di dua provinsi untuk memilih pemimpin mereka dari 637 calon di Nineveh dan 548 di Anbar, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat. Para calon bersaing untuk memperebutkan 39 kursi dewan provinsi di Nineveh dan 30 kursi di Anbar. Pemungutan suara tersebut dilaksanakan di bawah pengamanan ketat, sementara pasukan keamanan Irak disebar di berbagai kota besar provinsi Anbar di Irak Barat dan Nineveh di Irak Utara. Tentara mengelilingi pusat pemungutan suara dan memberlakukan larangan lalu lintas terhadap kendaraan. Hingga Kamis siang, larangan lalu lintas itu dicabut untuk memudahkan pemilih mendatangani tempat pemungutan suara, terutama orang yang berusia lanjut.(*/sun)