Arkeolog Temukan Kota Kuno Maya di Meksiko
Jumat, 21 Juni 2013 6:27 WIB
Mexico City, (Antara/Reuters) - Sekelompok ilmuwan arkeologi menemukan sebuah kota suku Maya kuno, yang tidak diketahui keberadaannya selama ratusan tahun, di dalam hutan tropis bagian timur Meksiko.
Para arkeolog berharap penemuan tersebut dapat memberikan gambaran bagaimana peradaban kuno Maya runtuh sekitar 1.000 tahun yang lalu.
Tim arkeolog, yang dipimpin oleh Ivan Sprajc dari Slovenian Academy of Sciences and Arts, menemukan 15 piramid -- satu di antaranya mempunyai tinggi 23 meter --, beberapa ruang pengadilan, plaza dan stelae (ukiran di bebatuan panjang).
Mereka menamai kota tersebut "Chactun" yang berarti Batu Merah. Sprajc memperkirakan Chactun dahulu dihuni oleh sekitar 30.000 sampai 40.000 orang, atau lebih sedikit dari populasi kota tua Maya lain di Guatemala bernama Tikal (sekitar 90.000).
Menurut Sprajc, Chactun mengalami masa kejayaan pada periode Classic akhir peradaban Maya atau sekitar tahun 600 sampai 900 Masehi.
"Situs seluas 22 hektar ini seluruhnya tertutup oleh hutan," kata Sprajc.
"Meskipun tidak diketahui oleh komunitas akademik, jelas bahwa beberapa penebang hutan telah mendatangi situs ini setidaknya 20 atau 30 tahun yang lalu," kata dia.
Petunjuk adanya situs kota kuno tersebut pertama kali ditemukan Sprajc sekitar 15 tahun yang lalu saat dia mengamati foto-foto dari National Commission for the Knowledge and Use of Biodiversity.
Tim arkeolog sebelumnya juga harus menghabiskan tiga minggu membuka jalan sepanjang 16 kilometer untuk menembus hutan. Setelah memetakan dan mendokumentasikan berbagai monumen dalam situs selama enam minggu, mereka kemudian kembali dan memblokade jalan yang telah dibuat untuk mencegah akses.
"Keberadaan beberapa ruang pengadilan merupakan indikasi bahwa Chactun dahulunya adalah kota yang penting," kata Sprajc. Dia memperkirakan kota tersebut ditinggalkan penduduknya pada sekitar tahun 1.000 karena tekanan demografis, perubahan iklim, perang, dan pemberontakan.
Sprajc berharap penemuan kota baru itu dapat memberikan petunjuk baru mengenai hubungan antara berbagai wilayah berbeda dari kerajaan Maya.
Kerajaan Maya adalah salah satu peradaban paling maju di benua Amerika sebelum kedatangan Columbus. Pada masa kejayaannya, wilayah kekuasaan Maya meliputi Yucatan, Belize, Guatemala, dan Honduras. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018