Peshawar, Pakistan, (Antara/AFP) - Para gerilyawan menyerang konvoi militer di Pakistan barat laut pada Rabu malam menewaskan enam tentara dan melukai dua lainnya, kata para pejabat militer. Beberapa kendaraan sedang berpatroli di wilayah Matani, 25 kilometer (16 mil) selatan Peshawar, ibu kota Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, ketika mereka diserang. Provinsi ini adalah di garis depan pemberontakan tujuh tahun Taliban dan berbatasan dengan daerah suku semi-otonomi, di mana pesawat tak berawak AS menyerang sasaran daerah operasilan Taliban dan Al-Qaida. "Gerilyawan menggunakan roket dan senjata kecil dan tembak-menembak berlanjut selama sekitar 15 menit," kata seorang pejabat militer. Enam tentara "mati syahid" dan dua lainnya terluka, katanya, dan menambahkan bahwa setidaknya empat gerilyawan juga tewas. Seorang pejabat keamanan di Peshawar mengkonfirmasi serangan itu dan korban militer. Dia mengatakan lima "teroris" tewas dalam bentrokan itu. Setidaknya satu kendaraan militer hancur dalam serangan tersebut, kata pejabat keamanan. Washington menganggap wilayah kesukuan Pakistan pusat utama gerilyawan Taliban dan Al-Qaida merencanakan serangan terhadap Barat dan di Afghanistan. Menangani pemberontakan dalam negeri merupakan salah satu tugas utama pemerintah baru Pakistan, yang dilantik awal bulan ini setelah pemilu. Lebih dari 6.000 orang telah tewas dalam serangan di Pakistan dalam perang enam tahun terakhir, menurut hitungan AFP. Sebuah bom bunuh diri di suatu acara pemakaman di kota barat laut Shergarh Selasa menewaskan 34 orang termasuk seorang anggota parlemen di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, yang memenangkan kursi dalam pemilu bulan lalu. Ini adalah serangan paling mematikan yang memukul negara itu sejak serangan bom di wilayah Muslim Syiah Karachi pada 3 Maret yang menewaskan 50 orang. (*/jno)