PM Ceko Necas Mundur di Tengah Skandal Korupsi
Senin, 17 Juni 2013 6:50 WIB
Praha, (Antara/AFP) - Perdana Menteri Ceko Petr Necas Minggu mengatakan ia akan mengundurkan diri, di tengah skandal korupsi besar-besaran di mana pembantu pentingnya didakwa terlibat penyuapan.
"Saya akan mengundurkan diri sebagai perdana menteri besok. Saya sadar politik, saya bertanggung jawab," kata Necas kepada wartawan setelah pembicaraan di Praha dengan para mitra di pemerintahnya koalisi minoritas kanan-tengah yang berkuasa sejak Juli 2010.
"Ketika saya mundur seluruh pemerintah akan mundur sejalan dengan
konstitusi," kata Necas.
Dia mengatakan dia akan mencari koalisi baru yang dipimpin oleh perdana menteri dari partai sayap kanannya yang akan menggalang dukungan yang cukup di parlemen 200-kursi.
Tidak segera jelas pada Minggu malam tindakan apa yang akan diambil oleh saingannya sayap kiri Presiden Milos Zeman.
Zeman menuntut Necas mundur di tengah skandal, sementara sekutu sayap kiri presiden, kaum Sosial Demokrat oposisi, telah menyerukan
pemilu-sela yang pemungutan suaranya menunjukkan bahwa merekalah yang akan menang.
Selanjutnya secara rutin pemilu dijadwalkan pada Mei 2014.
Necas telah memimpin koalisi minoritas goyah sejak 2012, yang tetap bertahan atas beberapa mosi kepercayaan.
Media Ceko mengatakan Minggu. Partai Civic Necas kini punya waktu untuk mencari perdana menteri baru di jajaran mereka.
Wakil Ketua Partai Martin Kuba disebut-sebut sebagai kandidat mereka.
Skandal korupsi menggoyang Praha meletus ketika polisi pada awal pekan ini menggerebek kantor kabinet, kementerian pertahanan, beberapa villa dan satu bank.
Kepala staf Necas, Jana Nagyova pada Jumat dituduh terlibat
dalam "penyalahgunaan kekuasaan dan dengan suap" dan dijebloskan ke dalam tahanan pada Sabtu.
Tujuh orang lainnya - termasuk kepala intelijen militer dan mantan
anggota parlemen - juga telah didakwa melakukan korupsi di antara dugaan kejahatan lainnya.
Nagyova, 48 tahun, didakwa dengan penyuapan setelah diduga menjanjikan tiga mantan anggota parlemen mendapat pekerjaan yang menguntungkan dalam perusahaan yang dikelola negara dengan syarat mereka berhenti dari parlemen.
Namun, polisi juga menemukan kasus di mana mereka mengatakan Nagyova telah menyalahgunakan kekuasannya, dengan meminta kepala intelijen militer Ceko membuntuti istri perdana menteri Radka, 47 tahun, dan dua orang lain.
Necas mengumumkan pekan ini ia bercerai dari istrinya setelah lebih dari 25 tahun bersama, di tengah spekulasi media bahwa Nagyova adalah kekasihnya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kalahkan Ceko 2-0, Spanyol ke puncak klasemen Grup A2 UEFA Nations League
13 June 2022 6:44 WIB, 2022
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018