Objek wisata di Bukittinggi kembali ditutup, pelaku usaha heran dan kecewa, ini penyebabnya
Kamis, 20 Mei 2021 15:33 WIB
Penutupan kembali objek wisata setelah hanya beroperasi dua hari sejak libur lebaran . (Antarasumbar/Al Fatah)
Bukittinggi (ANTARA) - Pemkot Bukittinggi kembali menutup objek wisata di daerahnya mulai hari ini, Kamis (20/5) hingga Senin (24/05).
"Penutupan objek wisata dilakukan bukan karena membenarkan Bukittinggi berada pada zona merah, tetapi untuk antisipasi dan langkah kehati-hatian," kata Sekda Kota Bukittinggi, Yuen Karnova di Bukittinggi, Kamis.
Menurutnya, penutupan objek wisata harus dilakukan karena kemungkinan buruk terjadinya penambahan angka positif COVID-19 bisa saja terjadi dengan adanya kluster wisata.
"Saat ini, penyekatan dan pembatasan memasuki daerah ke Sumatera Barat sudah tidak ada lagi, ini menjadi perhatian kita dengan resiko penyebaran wabah," kata dia.
Penutupan kembali objek wisata ini membuat pelaku wisata di Bukittinggi menjadi heran dan kecewa.
"Baru kemaren kami mendapat rejeki yang banyak karena objek wisata kembali dibuka, rupanya hanya bertahan dua hari, terus terang ini mengangetkan dan mengecewakan," kata pelaku wisata Kusir Bendi, Bungsu (70) di Bukittinggi.
Sebelumnya, objek wisata di Bukittinggi telah ditutup sejak 6-17 Mei 2021 sesuai surat edaran Gubernur Sumatera Barat ditambah penegasan dari Kapolda Sumbar saat itu.
Pada Selasa (18/5) objek wisata di Bukittinggi telah kembali dibuka sesuai jadwal yang telah disepakati sebelumnya kecuali taman Jam Gadang yang masih dipagari.
Namun, hari ini Kamis (20/5) seluruh objek wisata itu kembali ditutup untuk umum dan dipasang spanduk pengumuman tutup sementara oleh petugas Satpol PP Bukittinggi hingga Senin (24/5).
Pemkot Bukittinggi juga berencana akan kembali mengaktifkan posko-posko satgas COVID-19 di daerah ini.
Bukittinggi, sejak awal pandemi hingga kini memiliki total kasus mencapai 1.593 dengan pasien meninggal dunia sebanyak 31 orang, dan angka pasien sembuh sebesar 1.378 orang.
"Penutupan objek wisata dilakukan bukan karena membenarkan Bukittinggi berada pada zona merah, tetapi untuk antisipasi dan langkah kehati-hatian," kata Sekda Kota Bukittinggi, Yuen Karnova di Bukittinggi, Kamis.
Menurutnya, penutupan objek wisata harus dilakukan karena kemungkinan buruk terjadinya penambahan angka positif COVID-19 bisa saja terjadi dengan adanya kluster wisata.
"Saat ini, penyekatan dan pembatasan memasuki daerah ke Sumatera Barat sudah tidak ada lagi, ini menjadi perhatian kita dengan resiko penyebaran wabah," kata dia.
Penutupan kembali objek wisata ini membuat pelaku wisata di Bukittinggi menjadi heran dan kecewa.
"Baru kemaren kami mendapat rejeki yang banyak karena objek wisata kembali dibuka, rupanya hanya bertahan dua hari, terus terang ini mengangetkan dan mengecewakan," kata pelaku wisata Kusir Bendi, Bungsu (70) di Bukittinggi.
Sebelumnya, objek wisata di Bukittinggi telah ditutup sejak 6-17 Mei 2021 sesuai surat edaran Gubernur Sumatera Barat ditambah penegasan dari Kapolda Sumbar saat itu.
Pada Selasa (18/5) objek wisata di Bukittinggi telah kembali dibuka sesuai jadwal yang telah disepakati sebelumnya kecuali taman Jam Gadang yang masih dipagari.
Namun, hari ini Kamis (20/5) seluruh objek wisata itu kembali ditutup untuk umum dan dipasang spanduk pengumuman tutup sementara oleh petugas Satpol PP Bukittinggi hingga Senin (24/5).
Pemkot Bukittinggi juga berencana akan kembali mengaktifkan posko-posko satgas COVID-19 di daerah ini.
Bukittinggi, sejak awal pandemi hingga kini memiliki total kasus mencapai 1.593 dengan pasien meninggal dunia sebanyak 31 orang, dan angka pasien sembuh sebesar 1.378 orang.
Pewarta : Al Fatah
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Ramlan serahkan laporan keuangan ke BPK tindak lanjut pertanggungjawaban anggaran
28 March 2026 12:47 WIB
Diselingi hujan, Pemkot Bukittinggi gelar Shalat Idul Fitri di Lapangan Wirabraja
21 March 2026 10:51 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas UBS-Antam-Galeri24 di Pegadaian pada Senin (30/03/2026) pagi stabil
30 March 2026 7:46 WIB
Sabtu (28/03/2026), harga emas UBS, Antam, Galeri24 di Pegadaian kompak turun
28 March 2026 8:01 WIB
Emas Antam Jumat (27/03/2026) anjlok Rp40.000 ke angka Rp2,810 juta per gram
27 March 2026 10:03 WIB
Emas Pegadaian Kamis (26/03/2026) naik, UBS Rp2,862 juta/gr dan Galeri24 Rp2,849 juta/gr
26 March 2026 8:06 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Rabu (25/03/2026) pagi ini kompak turun
25 March 2026 8:37 WIB