
Bukittinggi kembali perkuat usulan sebagai daerah istimewa

Kota Bukittinggi (ANTARA) - Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) kembali memperkuat usulan kota tersebut sebagai daerah istimewa lewat rangkaian seminar dan literasi internasional pada peringatan satu abad Jam Gadang yang puncaknya Juni 2026.
"Usulan sebagai daerah istimewa sudah kita sampaikan, dan kita selesaikan dulu di tingkat bawah," kata Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias di Kota Bukittinggi, Senin.
Ramlan mengatakan nantinya hasil seminar atau diskusi ilmiah rangkaian 100 tahun Jam Gadang akan disampaikan kepada pemerintah pusat, atau pihak terkait sebagai salah satu pertimbangan pengusulan daerah istimewa.
Secara khusus, Ramlan Nurmatias menyampaikan hasil seminar itu diteruskan kepada Komisi II DPR RI yang membidangi pemerintahan, Kementerian Hukum hingga Presiden RI. Sebelum ini Wali Kota Bukittinggi telah menemui Sri Sultan Hamengkubuwono X dan keluarga Bung Hatta tentang keterkaitan sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
Menurutnya, perjalanan Indonesia hingga lahirnya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) hingga kemerdekaan yang diraih saat ini tidak lepas dari peran kota kelahiran Bung Hatta tersebut.
Pada saat Mohammad Hatta di Bukittinggi bersama Syafruddin Prawiranegara dan ketika berencana balik ke Pulau Jawa, Bung Hatta meminta Syafruddin Prawiranegara untuk tetap di Bukittinggi.
Alasannya, kala itu Bung Hatta sudah mengetahui ia akan ditawan oleh penjajah sehingga butuh sosok pemimpin yang harus melanjutkan napas Indonesia. Bersamaan dengan itu, Bukittinggi ditunjuk sebagai sebagai Ibu Kota Negara menggantikan Yogyakarta yang jatuh ke tangan penjajah pada agresi militer II Belanda.
Selama di Ranah Minang, Syafruddin Prawiranegara dikejar-kejar Belanda hingga ia melarikan diri ke Halaban, Kota Payakumbuh dan Bangkinang, Provinsi Riau.
Tidak hanya itu, Ramlan juga menyebut hanya ada tiga daerah di Indonesia yang mendapatkan duplikat bendera pusaka. Ketiganya yakni Jakarta, Yogyakarta dan Bukittinggi.
"Nah, inilah yang kita minta ke negara supaya ada pengakuan tertulis terhadap Bukittinggi ini," harap dia.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
