Garuda Perlu Pertimbangkan Samai Zamsam Saudi
Minggu, 4 November 2012 18:08 WIB
Mekkah (ANTARA) - Perusahaan penerbangan Garuda Indonesia yang hanya mengizinkan pemberian lima liter air Zamzam perlu mempertimbangkan pemberian 10 liter per jemaah haji untuk menyamai jumlah yang diloloskan penerbangan Arab Saudi guna menghindari kecemburuan antara kedua penumpang maskapai.
"Maskapai negara lain justru lebih perduli terhadap kepentingan penumpang dibanding dengan maskapai negara sendiri," kata Staf Khusus Menteri Agama Ermalena di Mekkah, Minggu, ketika ditanya komentarnya atas perbedaan kebijakan tersebut antara kebijakan maskapai Arab Saudi (Saudi Airline) yang mengizinkan jemaah membawa air Zamzam 10 liter dengan Garuda Indonesia yang hanya mengizinkan jemaah membawa lima liter air Zamzam.
Banyak manfaatnya air Zamzam itu sehingga para jemaah haji merasa perlu membawa lebih banyak sebagai obat terhadap berbagai penyakit.
Akibatnya, banyak yang terbongkar membawa air Zamzam dengan berbagai cara seperti menempatkannya di koper bagasi walaupun sesungguhnya dilarang, katanya.
Betapa pun Garuda Indonesia sepatutnya mencari cara mengatasi masalahnya sehingga tidak terjadi diskriminasi antara dua penerbangan tersebut. Apalagi masyarakat merasakan bahwa Garuda merupakan bagian dari pembawa bendera negara (flag carrier) bangsa Indonesia yang sepantasnya mengutamakan kepentingan masyarakat Indonesia sebagai pelanggan utamanya.
Terminal
Sementara itu, terkait dengan penggunaan West Terminal bagi maskapai Garuda dalam melayani jemaah Indonesia, Ermalena memandang kebijakan pemerintah Arab Saudi patut dipuji karena memang sesuai dengan kebutuhan para jemaah haji Indonesia yang jumlahnya terbanyak di dunia.
Hal lain yang perlu menjadi pemikiran tambahan, katanya, para jemaah itu ada yang relatif lama menunggu di West Terminal sehingga diperlukan penjual minuman dan makanan kecil di wilayah tersebut karena kemungkinan selama menunggu itu ada jemaah yang haus dan lapar.
Selain itu, masalah kebersihan terminal dengan kelengkapan fasilitasnya, mungkin perlu karpet sebagai tempat duduk dulu sebelum sarana berupa kursi disediakan, melengkapi sarana dan prasarana di West Terminal tersebut, tambahnya, mengingat ketika ia menggunakan terminal itu minggu lalu keadaannya relatif belum dilengkapi kantin dan kondisi kebersihannya perlu perhatian lebih. (*/wij)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Masyarakat manfaatkan PELATARAN ambil produk hasil roya tak perlu tunggu hari kerja
02 February 2026 13:33 WIB
Tak perlu panik, ini cara melapor barang hilang di kereta dan stasiun KAI Divre II Sumbar
27 January 2026 20:54 WIB
Wawako Maigus Nasir : Perlu sinergi dan kolaborasi untuk perkuat mitigasi bencana
19 January 2026 21:53 WIB
Tingkatkan kualitas layanan pertanahan, Menteri Nusron: Perlu disiapkan pelatihan hingga asesmen
15 January 2026 19:29 WIB
Masih pegang girik di 2026? Kementerian ATR/BPN imbau masyarakat tak perlu khawatir
08 January 2026 16:32 WIB
Bupati Dharmasraya berpesan tak perlu kirim karangan bunga ulang tahun, diganti bibit tanaman
30 December 2025 16:45 WIB
Dari silaturahmi Ketum PWI Pusat dengan PWI Sumbar, wartawan perlu kuasai jurnalisme bencana
23 December 2025 6:58 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018