Manila, (Antara/Xinhua-0ANA) - Presiden Filipina Benigno S Aquino III dan Oerdana Menteri Timor Timur Kay Rala Xanana Gusmao menegaskan penguatan hubungan kedua negara itu saat menyaksikan penandatanganan tiga perjanjian pada Kamis. Aquino menyambut Gusmao di Malacanang, istana presiden. Gusmao melakukan kunjungan lima hari ke Manila. "Pembicaraan Perdana Menteri dan saya pagi ini menegaskan tekad kami memperkuat hubungan kedua negara ini, khususnya dalam pendidikan, pertahanan, pembangunan prasarana dan perdagangan," kata Aquino. Perjanjian berikut ditandatangani dalam upacara Kamis: Memorandum of Understanding (MOU) untuk pembentukan mekanisme dwipihak antara dua kementerian luar negeri, sebuah MOU untuk membantu pembangunan infrastruktur Timor Timur, dan kesepakatan antara Philippine Normal University Filipina dan kementerian pendidikan Timor Timur untuk pengembangan program bagi para guru dan pejabat pendidikan di Timor Timur. Aquino mengatakan Filipina juga mendukung upaya Timor Timur untuk bergabung dalam Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Gusmao mengucapkan terima kasih atas dukungan Filipina mengenai tawaran Timor Timur untuk menjadi anggota ASEAN. Dia mengatakan perjalanannya ke Manila merupakan bagian dari program untuk mengunjungi seluruh negara ASEAN tahun ini guna memperkuat hubungan dwipihak dan kawasan dengan negara tetangga Timor Timur. "Kami berharap dapat bergabung dengan Filipina dalam keluarga ASEAN," katanya. Gusmao adalah presiden pertama Timor Timur setelah mencapai kemerdekaan pada Mei 2002. Dia saat ini menjalani masa jabatan kedua lima tahun sebagai perdana menteri, setelah pertama kali mengambil posisi pada tahun 2007. Saat ini dia juga menjabat sebagai menteri pertahanan dan keamanan. (*/sun)