526 petugas kesehatan di Agam telah divaksinasi COVID-19
Jumat, 5 Februari 2021 13:36 WIB
Sekretaris Daerah Agam, Martias Wanto sedang diperiksa kesehatannya oleh petugas medis. (Antara/Yusrizal)
Lubukbasung, (ANTARA) - Sebanyak 526 dari 1.460 petugas kesehatan dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Agam, Sumatera Barat telah divaksinasi COVID-19 untuk tahap pertama.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Agam, Tri Pipo di Lubukbasung, Jumat, mengatakan pemberian vaksinasi baru mencapai 36 persen.
"Sasaran pemberian vaksinasi itu baru 526 dari 1.460 orang sasaran," katanya.
Ia mengatakan, pemberian vaksinasi itu tersebar di 23 Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubukbasung.
Jumlah peserta yang hadir saat vaksinasi itu sebanyak 1.013 orang, ditunda pemberian vaksin 250 orang dan tidak diberikan 237 orang.
"Mereka tidak mendapatkan vaksin itu akibat sakit tekanan darah tinggi, jantung dan lainnya," katanya.
Ia menambahkan, pemberian vaksinasi kedua bagi 526 orang itu bakal dilakukan setelah 14 hari ke depan setelah mereka mendapatkan vaksinasi tahap pertama.
Bagi mereka mendapatkan vaksin pada Senin (1/2), tambahnya, maka mereka akan divaksin kedua pada Kamis (14/2).
"Kita menargetkan pemberian vaksin ini selesai pada akhir Februari 2021," katanya.
Setelah vaksinasi tahap pertama selesai, akan dilanjutkan untuk pelayanan publik berupa TNI, Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pemberian vaksin itu bakal dilakukan pada Maret 2021 sampai dua bulan kedepan.
"Saat ini kita belum menerima data yang akan mendapatkan vaksinasi itu. Setelah vaksinasi bagi pelayanan publik, maka dilanjutkan untuk masyarakat," katanya. (*)
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Agam, Tri Pipo di Lubukbasung, Jumat, mengatakan pemberian vaksinasi baru mencapai 36 persen.
"Sasaran pemberian vaksinasi itu baru 526 dari 1.460 orang sasaran," katanya.
Ia mengatakan, pemberian vaksinasi itu tersebar di 23 Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubukbasung.
Jumlah peserta yang hadir saat vaksinasi itu sebanyak 1.013 orang, ditunda pemberian vaksin 250 orang dan tidak diberikan 237 orang.
"Mereka tidak mendapatkan vaksin itu akibat sakit tekanan darah tinggi, jantung dan lainnya," katanya.
Ia menambahkan, pemberian vaksinasi kedua bagi 526 orang itu bakal dilakukan setelah 14 hari ke depan setelah mereka mendapatkan vaksinasi tahap pertama.
Bagi mereka mendapatkan vaksin pada Senin (1/2), tambahnya, maka mereka akan divaksin kedua pada Kamis (14/2).
"Kita menargetkan pemberian vaksin ini selesai pada akhir Februari 2021," katanya.
Setelah vaksinasi tahap pertama selesai, akan dilanjutkan untuk pelayanan publik berupa TNI, Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pemberian vaksin itu bakal dilakukan pada Maret 2021 sampai dua bulan kedepan.
"Saat ini kita belum menerima data yang akan mendapatkan vaksinasi itu. Setelah vaksinasi bagi pelayanan publik, maka dilanjutkan untuk masyarakat," katanya. (*)
Pewarta : Yusrizal
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Bukittinggi kecewa mahasiswa Fort De Kock batal dialog, pastikan tetap berpihak pada pendidikan
14 July 2023 18:08 WIB, 2023
Korpri Bukittinggi dan organisasi wanita minang gelar kurban untuk warga kurang mampu
01 July 2023 18:36 WIB, 2023
Lantik Martias Wanto sebagai Sekdako Bukittinggi, ini kata Wako Erman Safar
09 October 2021 7:41 WIB, 2021
Matias Wanto: Dari berpeluang sepertiga, akhirnya bulat jadi Sekdako Bukittinggi
08 October 2021 19:01 WIB, 2021
Gerindra Sumbar kritik penetapan status Bupati Agam Indra Catri sebagai tersangka jelang Pilgub
12 August 2020 10:12 WIB, 2020
Polda Sumbar tetapkan Bupati Agam Indra Catri dan Sekda Martias Wanto sebagai tersangka ujaran kebencian (Video)
11 August 2020 9:44 WIB, 2020