Kamboja-Thailand Bahas Kerja Sama Perbatasan
Selasa, 28 Mei 2013 13:34 WIB
Phnom Penh, (Antara/Xinhua-0ANA) - Deputi Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Kamboja Hor Namhong akan bertemu dengan timpalannya dari Thailand Surapong Tovichakchaikul pada 11 Juni di Phnom Penh untuk membahas cara meningkatkan kerja sama pembangunan di sepanjang perbatasan kedua negara.
Kedua menteri akan bertemu di Komisi Bersama untuk Kerja sama Bilateral antara Kamboja dan Thailand Kesembilan, kata Long Visalo, sekretaris negara di Kementerian Luar Negeri Kamboja, setelah pertemuan internal untuk mempersiapkan agenda dan dokumen pertemuan mendatang itu.
"Sejumlah isu akan dibahas dalam pertemuan yang akan datang untuk meningkatkan kerja sama bilateral di sepanjang perbatasan," katanya kepada wartawan.
"Di antara mereka adalah isu-isu tentang buruh, pembalakan liar lintas batas, pembersihan ranjau, melawan epidemi, perdagangan lintas batas dan investasi, membuka perbatasan baru, dan pengembangan konektivitas jalan."
Berbicara pada pertemuan pada Senin, Hor Namhong mengatakan pertemuan mendatang itu dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kerja sama antara kedua negara, khususnya kerja sama di sepanjang perbatasan dalam rangka membangun perbatasan perdamaian dan pembangunan ekonomi.
Kamboja dan Thailand telah terlibat konflik perbatasan sporadis berkaitan dengan sengketa teritorial dekat Candi Preah Vihear Kamboja sejak UNESCO mendaftar kuil tersebut sebagai Situs Warisan Dunia pada 7 Juli 2008, ketika Thailand mengklaim kepemilikan sebidang tanah seluas 4.6 kilometer persegi di sebelah kuil.
Bentrokan mematikan antara pasukan kedua pihak 'terjadi pada Februari dan April 2011 selama pemerintahan mantan Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva.
Ketegangan militer telah mereda sejak Agustus 2011 ketika partai mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, Partai Pheu Thai memenangkan pemilihan umum dan memimpin pemerintahan saat ini.
Bulan lalu, kedua negara menyampaikan pernyataan lisan mereka mengenai sengketa ke Pengadilan Dunia di Belanda dan pengadilan diharapkan dapat mengeluarkan keputusan tentang siapa yang memiliki tanah yang disengketakan di sekitar candi itu pada akhir tahun ini. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018