BNI tegas terapkan protokol kesehatan dalam pelayanan dan cairkan bantuan
Jumat, 18 Desember 2020 19:39 WIB
Masyarakat penerima dana Bantuan Pemerintah Usaha Mikro (BPUM) disalurkan melalui BNI Cabang Padang. (Antara/ist)
Padang (ANTARA) - BNI Wilayah Padang area Sumbar, Riau dan Kepri berkomitmen tinggi dalam memberikan layanan yang terbaik dan mendukung Penyaluran Dana Bantuan Sosial Pemerintah sebagai upaya mendukung pemulihan ekonomi nasional dalam rangka menghadapi dampak pandemi COVID-19 yang dananya disalurkan melalui rekening BNI.
BNI secara penuh telah berkomitmen tinggi dalam melakukan penerapan protokol kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada setiap nasabah termasuk ketika melayani pencairan bantuan sosial dari pemerintah ke masyarakat, kata Joko Teguh Sembodo selaku Pemimpin BNI Cabang Padang, Jumat.
Sangat tidak tepat bila dipandang BNI abai dan pembiaran terhadap penerapan protokol kesehatan terutama dalam pelayanan nasabah dan penyaluran bantuan.
Bahkan sudah menjadi prosedur oleh BNI sebelum penyaluran bantuan selalu mengimbau agar setiap masyarakat yang ingin datang mencairkan bantuan agar mematuhi protokol kesehatan dan mencegah terjadinya kerumunan.
Namun, sayangnya antusias masyarakat ketika mendengar adanya pencairan bantuan dari pemerintah sangat tinggi, sehingga masyarakat beramai – ramai datang ke kantor Cabang BNI untuk dapat segera dilakukan pencairan dananya.
Padahal untuk mencegah terjadi nya penumpukan keramaian BNI sudah membuatkan jadwal dan shift pencairan agar protokol kesehatan tetap dapat dijalankan dan diperhatikan.
Guna pencegahan terjadi kerumunan dan datang beramai-ramai seperti di Pasaman Barat, maka diperbantukan dua unit mobil BNI Layanan Gerak (BLG) atau lebih dikenal dengan Outbranch agar makin memudahkan akses masyarakat penerima manfaat.
Tujuannya supaya mendekatkan akses pelayanan dan efektif waktu masyarakat serta mengurangi penumpukan pada satu titik.
Dalam pelaksanaan di lapangan seperti di Kecamatan Luhak Nan Duo, imbauan sudah disampaikan sejak awal kegiatan agar menerapkan protokol kesehatan, jaga jarak dan antrean.
Sebelum kegiatan layanan BLG atau Outbranch ke beberapa titik sudah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait, seperti wali nagari dan kepada masyarakat sudah diimbau untuk tetap jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan serta tertib antrean.
Namun, masyarakat tetap juga beramai-ramai datang saat pelayanan dan berulang kali diingatkan tetap saja tak terhindarkan keramaian karena ingin cepat bantuan dicairkan.
Sebenarnya, masyarakat penerima bantuan sudah bisa mencairkan bantuan selain di KCP BNI, juga di ATM dan agen-agen yang ada.
"Kalau masyarakat sudah datang ke lokasi tentu tidak mungkin untuk diminta pulang, makanya selalu diimbau taati protokol kesehatan," ujar Joko Teguh Sembodo selaku Pemimpin BNI Cabang Padang.
Menyinggung adanya anak-anak dilokasi pelayanan BLG, hal itu karena faktor orangtuanya yang membawa dan diluar wilayah petugas saat melayani.
Sedangkan soal koordinasi dengan pihak kepolisian, buktinya ada petugas yang mendampingi dalam kegiatan pelayanan penyaluran bantuan tersebut.
Joko juga menyebutkan "Sebagai pihak yang diberi tugas pemerintah dalam penyaluran bantuan dalam pelaksanaan sudah sesuai prosedur dan menerapkan protokol kesehatan. Kami juga tidak hentinya mengajak nasabah dan masyarakat untuk punya komitmen yang sama,"
Bila dalam kegiatan yang sebelumnya ada kekurangan sehingga kedepannya diharapkan penyaluran dapat lebih teratur dan BNI dengan tegas mengeluarkan imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan untuk segenap masyarakat yang ingin mencairkan Bantual Sosial Pemerintah ke BNI.
"Kami juga berterima kasih ada masukan dari pihak untuk langkah perbaikan dan juga terhadap masyarakat," tambah Joko
BNI secara penuh telah berkomitmen tinggi dalam melakukan penerapan protokol kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada setiap nasabah termasuk ketika melayani pencairan bantuan sosial dari pemerintah ke masyarakat, kata Joko Teguh Sembodo selaku Pemimpin BNI Cabang Padang, Jumat.
Sangat tidak tepat bila dipandang BNI abai dan pembiaran terhadap penerapan protokol kesehatan terutama dalam pelayanan nasabah dan penyaluran bantuan.
Bahkan sudah menjadi prosedur oleh BNI sebelum penyaluran bantuan selalu mengimbau agar setiap masyarakat yang ingin datang mencairkan bantuan agar mematuhi protokol kesehatan dan mencegah terjadinya kerumunan.
Namun, sayangnya antusias masyarakat ketika mendengar adanya pencairan bantuan dari pemerintah sangat tinggi, sehingga masyarakat beramai – ramai datang ke kantor Cabang BNI untuk dapat segera dilakukan pencairan dananya.
Padahal untuk mencegah terjadi nya penumpukan keramaian BNI sudah membuatkan jadwal dan shift pencairan agar protokol kesehatan tetap dapat dijalankan dan diperhatikan.
Guna pencegahan terjadi kerumunan dan datang beramai-ramai seperti di Pasaman Barat, maka diperbantukan dua unit mobil BNI Layanan Gerak (BLG) atau lebih dikenal dengan Outbranch agar makin memudahkan akses masyarakat penerima manfaat.
Tujuannya supaya mendekatkan akses pelayanan dan efektif waktu masyarakat serta mengurangi penumpukan pada satu titik.
Dalam pelaksanaan di lapangan seperti di Kecamatan Luhak Nan Duo, imbauan sudah disampaikan sejak awal kegiatan agar menerapkan protokol kesehatan, jaga jarak dan antrean.
Sebelum kegiatan layanan BLG atau Outbranch ke beberapa titik sudah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait, seperti wali nagari dan kepada masyarakat sudah diimbau untuk tetap jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan serta tertib antrean.
Namun, masyarakat tetap juga beramai-ramai datang saat pelayanan dan berulang kali diingatkan tetap saja tak terhindarkan keramaian karena ingin cepat bantuan dicairkan.
Sebenarnya, masyarakat penerima bantuan sudah bisa mencairkan bantuan selain di KCP BNI, juga di ATM dan agen-agen yang ada.
"Kalau masyarakat sudah datang ke lokasi tentu tidak mungkin untuk diminta pulang, makanya selalu diimbau taati protokol kesehatan," ujar Joko Teguh Sembodo selaku Pemimpin BNI Cabang Padang.
Menyinggung adanya anak-anak dilokasi pelayanan BLG, hal itu karena faktor orangtuanya yang membawa dan diluar wilayah petugas saat melayani.
Sedangkan soal koordinasi dengan pihak kepolisian, buktinya ada petugas yang mendampingi dalam kegiatan pelayanan penyaluran bantuan tersebut.
Joko juga menyebutkan "Sebagai pihak yang diberi tugas pemerintah dalam penyaluran bantuan dalam pelaksanaan sudah sesuai prosedur dan menerapkan protokol kesehatan. Kami juga tidak hentinya mengajak nasabah dan masyarakat untuk punya komitmen yang sama,"
Bila dalam kegiatan yang sebelumnya ada kekurangan sehingga kedepannya diharapkan penyaluran dapat lebih teratur dan BNI dengan tegas mengeluarkan imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan untuk segenap masyarakat yang ingin mencairkan Bantual Sosial Pemerintah ke BNI.
"Kami juga berterima kasih ada masukan dari pihak untuk langkah perbaikan dan juga terhadap masyarakat," tambah Joko
Pewarta : Prita-tim
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kementerian Koperasi dan UKM salurkan BPUM pada 8.768 UMKM Solok Selatan
12 November 2021 15:06 WIB, 2021
4.595 pelaku usaha mikro di Pariaman telah terima BPUM sebesar Rp1,2 juta/orang
12 August 2021 17:40 WIB, 2021
Hadapi dampak Pandemi COVID-19, 6.000-an pelaku UMKM di Pariaman mendapatkan BPUM
29 July 2021 16:36 WIB, 2021
1.700 lebih pelaku usaha diusulkan jadi calon penerima BPUM di Payakumbuh
27 July 2021 17:25 WIB, 2021
1.745 pelaku mikro di Payakumbuh didaftarkan jadi calon penerima BPUM 2021, ini tujuannya
03 May 2021 15:15 WIB, 2021
Pelaku UMK di Pasbar yang akan mengajukan usulan menerima bantuan BPUM, agar siapkan syarat-syarat ini
27 April 2021 18:03 WIB, 2021