Pemerintah Kolombia Minta Farc Wujudkan Perdamaian
Sabtu, 25 Mei 2013 7:27 WIB
Bogota, (Antara/Xinhua-OANA) - Menteri Dalam Negeri Kolombia Fernando Carrillo, Jumat (24/5), meminta kelompok gerilyawan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), yang kini mengadakan pembicaraan perdamaian dengan pemerintah, agar mewujudkan kesepakatan perdamaian dalam waktu satu tahun, kata media setempat.
"Ini adalah tenggat, harus ada kesepakatan sebelum tahun ini berakhir atau tak ada kesepakatan," kata Carrillo. "Jika mereka ingin berubah ke sistem politik, mereka harus mengikuti pemilihan umum dan menang."
Carrillo mengeluarkan pernyataan tersebut setelah FARC mengumumkan beberapa serangan terhadap militer, sehingga menewaskan beberapa prajurit.
Presiden Kolombia Juan Manuel Santos berkeras proses perdamaian dengan FARC takkan jatuh ke dalam "kekebalan" bagi kelompok bersenjata tersebut, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi.
Santos telah meminta rakyat agar mendukung proses perdamaian dan tidak dipecah-belah oleh penentang pemerintah yang dikatakan Santos tak mengingini perdamaian bagi negara Amerika Selatan itu.
Pemerintah dan FARC saat ini memasuki babak kesembilan pembicaraan perdamaian sejak November lalu, guna mencapai kesepakatan perdamaian dan mengakhiri konflik bersenjata dalam negeri selama hampir 50 tahun.
Babak pembicaraan perdamaian saat ini, yang diselenggarakan di Havana, Kuba, dijadwalkan berakhir pada Sabtu. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Klinsmann jadi pelatih timnas Korsel, tugas pertama laga persahabatan lawan Kolombia
28 February 2023 6:27 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018