Bogota, (Antara/Xinhua-OANA) - Menteri Dalam Negeri Kolombia Fernando Carrillo, Jumat (24/5), meminta kelompok gerilyawan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), yang kini mengadakan pembicaraan perdamaian dengan pemerintah, agar mewujudkan kesepakatan perdamaian dalam waktu satu tahun, kata media setempat. "Ini adalah tenggat, harus ada kesepakatan sebelum tahun ini berakhir atau tak ada kesepakatan," kata Carrillo. "Jika mereka ingin berubah ke sistem politik, mereka harus mengikuti pemilihan umum dan menang." Carrillo mengeluarkan pernyataan tersebut setelah FARC mengumumkan beberapa serangan terhadap militer, sehingga menewaskan beberapa prajurit. Presiden Kolombia Juan Manuel Santos berkeras proses perdamaian dengan FARC takkan jatuh ke dalam "kekebalan" bagi kelompok bersenjata tersebut, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi. Santos telah meminta rakyat agar mendukung proses perdamaian dan tidak dipecah-belah oleh penentang pemerintah yang dikatakan Santos tak mengingini perdamaian bagi negara Amerika Selatan itu. Pemerintah dan FARC saat ini memasuki babak kesembilan pembicaraan perdamaian sejak November lalu, guna mencapai kesepakatan perdamaian dan mengakhiri konflik bersenjata dalam negeri selama hampir 50 tahun. Babak pembicaraan perdamaian saat ini, yang diselenggarakan di Havana, Kuba, dijadwalkan berakhir pada Sabtu. (*/jno)