Indonesia-Korsel Incar Peningkatan Nilai Perdagangan
Kamis, 16 Mei 2013 15:15 WIB
Jakarta, (Antara) - Indonesia dan Korea Selatan mengincar penguatan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi, yang sekaligus menjadi penanda semakin eratnya hubungan diplomatik kedua negara sejak 40 tahun lalu.
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Indonesia Yuri O Thamrin pada "Indonesia-Korea Selatan Forum 2013" di Jakarta, Kamis, mengatakan sektor perdagangan dan investasi menjadi bagian prioritas penguatan kerja sama kedua negara, dengan beberapa target yang sudah dicanangkan.
Di sektor perdagangan, setelah meraih peningkatan nilai transaksi dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Korea Selatan menargetkan untuk mencapai nilai 50 miliar dolar AS pada 2015 dan 100 miliar dolar AS pada 2020.
"Ini adalah hubungan yang sangat komprehensif, diantaranya pada perdagangan dan investasi dengan beberapa target yang dicanangkan," kata Yuri dalam forum itu yang juga merayakan hubungan diplomatik kedua negara setelah 40 tahun.
Pada 2007, lanjut Yuri, nilai perdagangan kedua negara mencapai 10.8 miliar dolar AS dan naik menjadi 30 miliar dolar AS pada 2011. Menurutnya, beberapa sektor seperti industri pertahanan, produk kreatif, parawisata serta beberapa lainnya menjadi sasaran kedua negara untuk proses identifikasi peluang-peluang ekonomi yang lebih menguntungkan lagi.
Sementara itu, Kepala Komite Luar Negeri dan Komite Unifikasi Parlemen Korsel Ahn Hong Joon mengatakan investasi di Indonesia telah banyak menarik pengusaha Korea Selatan. Hal itu, salah satunya, karena kekayaan sumber daya alam Indonesia yang sangat potensial, apalagi jika dipadukan dengan teknologi hasil kerja sama dua negara.
"Saya percaya kerja sama ini akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa, investasi dengan sumber daya alam Indonesia yang ditunjang dengan sumber daya manusia Korea yang baik dan juga kerja sama teknologi dua negara," ujarnya.
Perusahaan-perusahaan Indonesia banyak menjalin kerja sama dengan investor Korea Selatan selama beberapa tahun terakhir, kata Hong Joon. Di antaranya PT Krakatau Steel dengan perusahaan Korea Selatan, Posco, yang telah sepakat bermitra di industri baja dengan proyek bernilai enam miliar dollar AS.
Yuri mengatakan, rencana penguatan itu juga, telah dibangun secara positif dengan banyaknya investor-investor Korea Selatan yang tertarik pada proyek infrastruktur dalam Master Plan Percepatan, Perluasan dan Pembangunan Ekonomi (MP3EI).
Pada 2011, realisasi investasi dari Korea Selatan mencapai 5,3 miliar dollar AS dengan 3882 proyek. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Saat bertemu Presiden Lee, Prabowo cerita anak muda Indonesia gandrung K-Pop
01 November 2025 20:05 WIB
Ini daftar negara lolos Piala Asia U-23: Korsel hingga Vietnam dapat tiket
10 September 2025 10:28 WIB
Timnas Indonesia tidak minder segrup dengan Korsel di Kualifikasi Piala Asia U-23
30 May 2025 17:56 WIB
Piala Sudirman 2025 : Alwi bawa Indonesia samakan kedudukan 1-1 melawan Korsel
03 May 2025 20:00 WIB