1.701 lulusan Unand ikuti wisuda secara virtual
Sabtu, 3 Oktober 2020 12:11 WIB
Rektor Unand Prof Yuliandri memberikan sambutan pada wisuda III 2020 yang digelar secara daring di Padang, Sabtu (3/10/2020) ANTARA/Ikhwan Wahyudi
Padang (ANTARA) - Sebanyak 1.701 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) Padang Provinsi Sumatera Barat mengikuti wisuda III tahun 2020 secara daring dari rumah masing-masing di tengah pandemi COVID-19.
"Pelaksanaan wisuda dipilih secara daring untuk mencegah penularan COVID-19 sehingga lulusan cukup mengikuti dari rumah lewat aplikasi zoom," kata Rektor Universitas Andalas Prof Yuliandri di Padang, Sabtu.
Di Unand prosesi wisuda yang biasanya dilaksanakan di auditorium kali ini dipusatkan di Convention Hall dihadiri rektor, senat dan dekan.
Pelaksanaan prosesi wisuda pun lebih sederhana karena tidak ada lagi pemindahan jambul wisudawan secara langsung dan hanya diwakili oleh dua mahasiswa yang kemudian diikuti oleh para orang tua di rumah memindahkan jambul anaknya.
Setelah pembukaan dilakukan dilanjutkan dengan pembacaan jumlah wisudawan serta lulusan terbaik.
Kemudian orang tua mahasiswa dipersilahkan memindahkan jambul toga anaknya di rumah masing-masing disaksikan oleh rektor dan jajaran dari kampus.
Dalam sambutannya Rektor Unand Prof Yuliandri menyampaikan pelaksanaan wisuda daring merupakan konsekuensi dari pandemi COVID-19 yang masih terjadi.
"Saat ini belum dibenarkan untuk mengumpulkan mahasiswa dalam jumlah besar," ujarnya.
Ia berharap proses wisuda daring kali ini tidak mengurangi makna perayaan kelulusan.
Kepada wisudawan rektor berpesan teruslah belajar, karena ilmu itu tidak ada batasnya.
Ia berharap gelar yang diperoleh hari ini tidak menjadi salah satu pembatas untuk terus memperdalam ilmunya serta mengamalkannya untuk kemaslahatan bangsa, negara dan agama.
"Lebih-lebih, dengan kondisi bencana nonalam yang masih terjadi hari ini, peran dan ilmu wisudawan dibutuhkan untuk mengedukasi serta membantu masyarakat untuk tetap berusaha dan sabar melalui ujian berat ini," ujarnya.
Rektor juga mengingatkan lulusan yang masuk ke dunia kerja baik membuka lapangan kerja sendiri atau mengabdi pada instansi pemerintah maupun swasta, tetap menjadi orang yang idealis.
"Peliharalah idealisme yang saudara pupuk selama belajar di Unand. Jagalah integritas saudara, jaga nama baik almamater dan harumkan nama universitas ini dengan ilmu, karya dan pengabdian kepada masyarakat, negara dan agama," pesannya.
Ia mengakui tahun ini merupakan tahun yang cukup berat bagi dunia pendidikan, termasuk dirasakan Unand akibat dampak pandemi COVID-19.
Perkuliahan dilaksanakan secara daring dan kalau pun ada tatap muka seperti praktik labor maka diberlakukan protokol kesehatan yang ketat, ujarnya.
Selain itu juga diberlakukan pola bekerja dari rumah bagi tenaga kependidikan mencegah penularan COVID-19.
"Pelaksanaan wisuda dipilih secara daring untuk mencegah penularan COVID-19 sehingga lulusan cukup mengikuti dari rumah lewat aplikasi zoom," kata Rektor Universitas Andalas Prof Yuliandri di Padang, Sabtu.
Di Unand prosesi wisuda yang biasanya dilaksanakan di auditorium kali ini dipusatkan di Convention Hall dihadiri rektor, senat dan dekan.
Pelaksanaan prosesi wisuda pun lebih sederhana karena tidak ada lagi pemindahan jambul wisudawan secara langsung dan hanya diwakili oleh dua mahasiswa yang kemudian diikuti oleh para orang tua di rumah memindahkan jambul anaknya.
Setelah pembukaan dilakukan dilanjutkan dengan pembacaan jumlah wisudawan serta lulusan terbaik.
Kemudian orang tua mahasiswa dipersilahkan memindahkan jambul toga anaknya di rumah masing-masing disaksikan oleh rektor dan jajaran dari kampus.
Dalam sambutannya Rektor Unand Prof Yuliandri menyampaikan pelaksanaan wisuda daring merupakan konsekuensi dari pandemi COVID-19 yang masih terjadi.
"Saat ini belum dibenarkan untuk mengumpulkan mahasiswa dalam jumlah besar," ujarnya.
Ia berharap proses wisuda daring kali ini tidak mengurangi makna perayaan kelulusan.
Kepada wisudawan rektor berpesan teruslah belajar, karena ilmu itu tidak ada batasnya.
Ia berharap gelar yang diperoleh hari ini tidak menjadi salah satu pembatas untuk terus memperdalam ilmunya serta mengamalkannya untuk kemaslahatan bangsa, negara dan agama.
"Lebih-lebih, dengan kondisi bencana nonalam yang masih terjadi hari ini, peran dan ilmu wisudawan dibutuhkan untuk mengedukasi serta membantu masyarakat untuk tetap berusaha dan sabar melalui ujian berat ini," ujarnya.
Rektor juga mengingatkan lulusan yang masuk ke dunia kerja baik membuka lapangan kerja sendiri atau mengabdi pada instansi pemerintah maupun swasta, tetap menjadi orang yang idealis.
"Peliharalah idealisme yang saudara pupuk selama belajar di Unand. Jagalah integritas saudara, jaga nama baik almamater dan harumkan nama universitas ini dengan ilmu, karya dan pengabdian kepada masyarakat, negara dan agama," pesannya.
Ia mengakui tahun ini merupakan tahun yang cukup berat bagi dunia pendidikan, termasuk dirasakan Unand akibat dampak pandemi COVID-19.
Perkuliahan dilaksanakan secara daring dan kalau pun ada tatap muka seperti praktik labor maka diberlakukan protokol kesehatan yang ketat, ujarnya.
Selain itu juga diberlakukan pola bekerja dari rumah bagi tenaga kependidikan mencegah penularan COVID-19.
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPD IKA Unand Jabodetabek gelar bazar amal dan pentas seni, kumpulkan donasi Rp100 juta
09 February 2026 11:03 WIB
Unand Fasilitasi Dosen Perkuat Jejaring Global SDGs di Konferensi Internasional Melalui Program EQUITY
08 February 2026 10:37 WIB
Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand edukasi sikat gigi dan cuci tangan pada anak TK Koto Tuo
04 February 2026 10:31 WIB
Mahasiswa KKN reguler Unand I adakan sosialisasi teknologi pertanian tanaman aren di SMPN 1 Palambayan Agam
02 February 2026 14:39 WIB
Pengurus Pusat IKA FK Unand 2025-2030 dikukuhkan, "haramkan" ada mahasiswa putus kuliah karena biaya
01 February 2026 19:48 WIB
Pendampingan psikososial dan spiritual dorong ketangguhan penyintas banjir bandang di Padang
28 January 2026 11:28 WIB