
Polisi tekankan kewaspadaan masyarakat Sumbar ancaman aktivitas digital

Kota Padang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) menekankan dan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terkait potensi ancaman berbagai potensi aktivitas digital.
Di tengah meningkatnya aktivitas digital di kalangan generasi muda, berbagai bentuk penyalahgunaan platform online dan pola interaksi digital yang tidak sehat semakin menjadi perhatian.
Kemudahan akses teknologi yang tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai dinilai dapat memengaruhi pola pikir, perilaku sosial, hingga kesehatan mental masyarakat, khususnya anak muda yang aktif menggunakan platform digital setiap hari.
Berangkat dari kekhawatiran tersebut, penyelenggara HGI bersama Polda Sumatera Barat menggelar seminar edukatif bagi generasi muda. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya membangun kesadaran digital, kemampuan berpikir kritis, serta penggunaan platform online yang lebih sehat dan bertanggungjawab di era digital saat ini.
Direskrimsus Polda Sumbar Kombes Andry Kurniawan menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai aktivitas digital ilegal yang saat ini semakin mudah diakses melalui platform online.
“Aktivitas digital berisiko tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga dapat memicu kecanduan, gangguan mental, hingga tindakan kriminal yang merugikan diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ujar Andry.
Ia juga mengimbau masyarakat khususnya generasi muda, untuk lebih bijak dalam menggunakan platform digital dan tidak mudah terpengaruh oleh aktivitas online yang menjanjikan keuntungan instan.
Sejalan dengan hal tersebut, Ahli Hukum ITE Ryan Abdisa Sukmadja menilai bahwa peningkatan literasi digital menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat di era platform online.
“Literasi digital menjadi benteng utama agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam sistem digital yang manipulatif dan merugikan,” jelas Ryan.
Menurutnya, ruang digital yang sehat membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, platform digital, komunitas, hingga masyarakat secara bersama-sama.
Fenomena tersebut menurut HGI tidak bisa diselesaikan hanya melalui pendekatan teknologi semata, tetapi juga membutuhkan penguatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan.
“Kolaborasi bersama Polda Sumatera Barat menjadi langkah penting untuk membangun ekosistem digital dan komunitas yang lebih sehat, edukatif, serta positif bagi masyarakat,” jelas dia.
Pewarta: Siaran pers
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
