Objek wisata di Agam kembali dibuka
Selasa, 9 Juni 2020 19:13 WIB
Bupati Agam Indra Catri berada di Objek Wisata Linggai, Selasa (9/6). (Antara Sumbar/Yusrizal)
Lubukbasung, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat kembali membuka seluruh objek wisata di daerah itu setelah diterapkan normal baru di daerah itu.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam, Syatria di Lubukbasung, Senin, mengatakan objek wisata mulai dibuka pada Senin (8/6), setelah beberapa hari ditutup dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19.
"Objek wisata itu kita tutup beberapa bulan lalu saat PSBB pertama," katanya.
Ia mengatakan setiap objek wisata harus menyediakan tempat cuci tangan di lokasi pintu masuk.
Petugas dan pengunjung harus memperhatikan protokol kesehatan COVID-19 seperti pakai masker dan cuci tangan di tempat yang telah disediakan.
Selain itu, pengunjung akan diperiksa suhu tubuh oleh petugas.
"Protokol kesehatan COVID-19 tidak hanya di kawasan objek wisata, tetapi di kawasan lain," katanya.
Ia menambahkan pengelola objek wisata tidak dibenarkan menggelar kegiatan yang menimbulkan kerumunan.
Ini untuk menjaga jarak sebagai langkah mengantisipasi penyebaran COVID-19.
“Kita berharap dengan dibuka kembali objek wisata tidak ada terjadi penambahan kasus positif COVID-19 di Agam,” katanya.
Dengan dibuka kembali objek wisata, maka aktivitas yang berhubungan dengan pariwisata dapat bergerak kembali terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Bupati Agam, Indra Catri menambahkan objek wisata harus dibatasi dari jumlah kunjungan sebelumnya.
"Sebelumnya jumlah kunjungan 500 orang dan kini diperbolehkan 250 orang," katanya. (*)
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam, Syatria di Lubukbasung, Senin, mengatakan objek wisata mulai dibuka pada Senin (8/6), setelah beberapa hari ditutup dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19.
"Objek wisata itu kita tutup beberapa bulan lalu saat PSBB pertama," katanya.
Ia mengatakan setiap objek wisata harus menyediakan tempat cuci tangan di lokasi pintu masuk.
Petugas dan pengunjung harus memperhatikan protokol kesehatan COVID-19 seperti pakai masker dan cuci tangan di tempat yang telah disediakan.
Selain itu, pengunjung akan diperiksa suhu tubuh oleh petugas.
"Protokol kesehatan COVID-19 tidak hanya di kawasan objek wisata, tetapi di kawasan lain," katanya.
Ia menambahkan pengelola objek wisata tidak dibenarkan menggelar kegiatan yang menimbulkan kerumunan.
Ini untuk menjaga jarak sebagai langkah mengantisipasi penyebaran COVID-19.
“Kita berharap dengan dibuka kembali objek wisata tidak ada terjadi penambahan kasus positif COVID-19 di Agam,” katanya.
Dengan dibuka kembali objek wisata, maka aktivitas yang berhubungan dengan pariwisata dapat bergerak kembali terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Bupati Agam, Indra Catri menambahkan objek wisata harus dibatasi dari jumlah kunjungan sebelumnya.
"Sebelumnya jumlah kunjungan 500 orang dan kini diperbolehkan 250 orang," katanya. (*)
Pewarta : Yusrizal
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PTBA revitalisasi GPK Ombilin Sawahlunto senilai Rp22 miliar dukung wisata heritage
13 February 2026 16:07 WIB
Pariaman upayakan percepat pemulihan ekonomi dampak bencana dengan perbanyak kegiatan wisata
28 January 2026 18:02 WIB
Objek wisata di Padang Pariaman mulai dikunjungi wisatawan pasca terdampak bencana
26 January 2026 11:19 WIB
Kunjungan wisatawan menurun, pelaku wisata Ngarai Sianok berharap dukungan pemerintah
05 January 2026 14:34 WIB