Program afirmasi pendidikan keagamaan, pemerintah siapkan Rp2,36 triliun
Senin, 8 Juni 2020 19:23 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy memimpin rapat tingkat menteri tentang Program Afirmasi Pendidikan Keagamaan di tengah pandemi COVID-19. ANTARA/HO-Kemenko PMK
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyiapkan anggaran Rp2,36 triliun untuk Program Afirmasi Pendidikan Keagamaan yang akan diberikan pada pondok pesantren dan ustad dalam bentuk pembelajaran di tengah pandemi COVID-19 maupun bantuan sosial.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan anggaran Rp2,36 triliun yang sudah disiapkan oleh Kementerian Keuangan untuk memperkuat sektor pendidikan khususnya pesantren dan pendidikan keagamaan difokuskan lebih dulu pada bantuan sosial dan operasional, sedangkan program afirmasi pendidikan agama lebih detilnya akan dibahas lebih lanjut secara khusus.
“Tugas Kemenko PMK adalah melakukan koordinasi terkait hal ini. Sebelum nanti akan dilaporkan ke Wapres dan dimatangkan dalam Rapat Kabinet Terbatas, kita ingin ini agar jelas dulu dengan mendengar masukan dari para stakeholder,” kata Muhadjir saat memimpin Rapat Tingkat Menteri membahas Afirmasi kepada Pesantren dan Pendidikan Keagamaan melalui telekonferensi.
Rapat tingkat menteri tersebut juga dihadiri oleh Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Batubara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Ketua Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Doni Monardo, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan perwakilan pemangku kepentingan dari 25 pondok pesantren (ponpes) dari seluruh Indonesia.
Menko PMK menjelaskan bahwa anggaran tersebut salah satunya akan digunakan untuk bantuan peningkatan kualitas kesehatan di pondok pesantren dari segi infrastruktur. Selain itu juga memperkuat layanan kesehatan di pesantren yang akan bekerja sama dengan Puskesmas dalam rangka memantau kesehatan para santri dalam masa pandemi COVID-19 dan adaptasi kebiasaan baru.
"Pondok pesantren harus menjadi percontohan bagi implementasi kenormalan baru dalam kehidupan dengan mengutamakan hidup bersih dan sehat," kata Muhadjir.
Muhadjir meminta agar pembagian alokasi anggaran tersebut benar-benar mempertimbangkan proporsionalitas dari tiap-tiap pesantren. Sementara untuk bantuan operasional pesantren, madrasah, ataupun lembaga pendidikan keagamaan lainnya agar disertai dengan petunjuk teknis yang dikoordinasikan oleh Kementerian Agama.
“Masalah proporsionalitas ini sangat penting, berapa jumlah santrinya, jumlah pengajar, pengasuh, dan lain-lainnya. Kalau bisa data itu nanti bisa dijadikan dasar untuk afirmasi pesantren ke depan,” katanya.
Ia juga mengusulkan agar komponen listrik masuk dalam skenario pemberian bansos kepada pesantren. Di samping itu, juga terdapat bantuan sosial yang berasal dari Kementerian Sosial dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
"Kemenag agar mempersiapkan peta 21 ribu pesantren dan dipilih mana yang prioritas untuk nanti dibantu oleh Kementerian PUPR. Bantuannya berupa tempat wudhu, MCK, dan tempat cuci tangan yang kemudian nanti tiga hal tersebut akan kita jadikan standar baku," sebut Menko PMK.
Kementerian Agama juga telah menyatakan akan segera menyiapkan data lebih dari 1,2 juta ustad dengan disertai NIK agar dapat dipadankan ke dalam DTKS sehingga tidak terjadi duplikasi dalam pemberian bantuan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditugaskan untuk dapat terlibat secara penuh untuk turut bertanggung jawab terhadap sekolah yang berbasis pesantren. Muhadjir menyerahkan kepada Gugus Tugas Covid masing-masing daerah terkait pembukaan pesantren di tengah masa pandemi.
Muhadjir menegaskan pengasuh pondok pesantren perlu berkoordinasi dan dihitung secara cermat agar tidak muncul kluster baru dan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan anggaran Rp2,36 triliun yang sudah disiapkan oleh Kementerian Keuangan untuk memperkuat sektor pendidikan khususnya pesantren dan pendidikan keagamaan difokuskan lebih dulu pada bantuan sosial dan operasional, sedangkan program afirmasi pendidikan agama lebih detilnya akan dibahas lebih lanjut secara khusus.
“Tugas Kemenko PMK adalah melakukan koordinasi terkait hal ini. Sebelum nanti akan dilaporkan ke Wapres dan dimatangkan dalam Rapat Kabinet Terbatas, kita ingin ini agar jelas dulu dengan mendengar masukan dari para stakeholder,” kata Muhadjir saat memimpin Rapat Tingkat Menteri membahas Afirmasi kepada Pesantren dan Pendidikan Keagamaan melalui telekonferensi.
Rapat tingkat menteri tersebut juga dihadiri oleh Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Batubara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Ketua Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Doni Monardo, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan perwakilan pemangku kepentingan dari 25 pondok pesantren (ponpes) dari seluruh Indonesia.
Menko PMK menjelaskan bahwa anggaran tersebut salah satunya akan digunakan untuk bantuan peningkatan kualitas kesehatan di pondok pesantren dari segi infrastruktur. Selain itu juga memperkuat layanan kesehatan di pesantren yang akan bekerja sama dengan Puskesmas dalam rangka memantau kesehatan para santri dalam masa pandemi COVID-19 dan adaptasi kebiasaan baru.
"Pondok pesantren harus menjadi percontohan bagi implementasi kenormalan baru dalam kehidupan dengan mengutamakan hidup bersih dan sehat," kata Muhadjir.
Muhadjir meminta agar pembagian alokasi anggaran tersebut benar-benar mempertimbangkan proporsionalitas dari tiap-tiap pesantren. Sementara untuk bantuan operasional pesantren, madrasah, ataupun lembaga pendidikan keagamaan lainnya agar disertai dengan petunjuk teknis yang dikoordinasikan oleh Kementerian Agama.
“Masalah proporsionalitas ini sangat penting, berapa jumlah santrinya, jumlah pengajar, pengasuh, dan lain-lainnya. Kalau bisa data itu nanti bisa dijadikan dasar untuk afirmasi pesantren ke depan,” katanya.
Ia juga mengusulkan agar komponen listrik masuk dalam skenario pemberian bansos kepada pesantren. Di samping itu, juga terdapat bantuan sosial yang berasal dari Kementerian Sosial dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
"Kemenag agar mempersiapkan peta 21 ribu pesantren dan dipilih mana yang prioritas untuk nanti dibantu oleh Kementerian PUPR. Bantuannya berupa tempat wudhu, MCK, dan tempat cuci tangan yang kemudian nanti tiga hal tersebut akan kita jadikan standar baku," sebut Menko PMK.
Kementerian Agama juga telah menyatakan akan segera menyiapkan data lebih dari 1,2 juta ustad dengan disertai NIK agar dapat dipadankan ke dalam DTKS sehingga tidak terjadi duplikasi dalam pemberian bantuan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditugaskan untuk dapat terlibat secara penuh untuk turut bertanggung jawab terhadap sekolah yang berbasis pesantren. Muhadjir menyerahkan kepada Gugus Tugas Covid masing-masing daerah terkait pembukaan pesantren di tengah masa pandemi.
Muhadjir menegaskan pengasuh pondok pesantren perlu berkoordinasi dan dihitung secara cermat agar tidak muncul kluster baru dan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin.
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ribuan jamaah padati halaman GOR Tuanku Rao, Pasaman ikuti tabligh akbar ustad Ucay Batubara
10 October 2025 11:23 WIB
HJK Padang ke-356, ustad dari tiga negara beri tausiah dalam Dakwah Serumpun di Masjid Baiturrahmah
09 August 2025 12:39 WIB
Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un, Ustaz ini meninggal saat berkhutbah Idul Fitri di Kamang Magek Agam
13 May 2021 15:29 WIB, 2021
Tak disangka, ternyata pembacok ustad saat berceramah merupakan pecatan polisi
02 November 2020 12:16 WIB, 2020
Ternyata ustad Bahar Smith ditempatkan di sel teroris, hingga kini tak bisa dijenguk siapa pun
19 May 2020 15:14 WIB, 2020
Ceramah Isra' Mi'raj UAS di Padang Panjang dibatalkan, ini penjelasan Wawako Padang Panjang
16 March 2020 12:57 WIB, 2020
Ustad Abdul Somad apresiasi Bupati Pesisir Selatan bangun Masjid Terapung
02 January 2020 12:02 WIB, 2020
Jelang tablig akbar UAS di Padang, ini rangkaian kegiatan yang digelar
01 January 2020 20:53 WIB, 2020