Maskapi Turki Larang Pramugari Pakai Lipstik Mencolok
Rabu, 1 Mei 2013 19:01 WIB
Ankara, (Antara/AFP) - Maskapai penerbangan Turki telah melarang para pramugarinya memakai lipstik berwarna menyala seperti merah atau merah jambu, satu langkah yang memicu perdebatan sengit karena pemerintah dituduh mencoba melakukan Islamisasi di negara itu, kata laporan media lokal, Rabu.
Banyak wanita mengunggah foto-foto mereka dengan mengenakan lipstik merah menyala pada laman-laman media sosial untuk memprotes keputusan itu, yang menjadi bagian dari kode estetika baru
untuk pramugari yang bekerja di maskapai penerbangan utama Turki.
Larangan lipstik itu adalah yang terbaru dalam serangkaian tindakan konservatif yang diadopsi oleh maskapai penerbangan, yang telah memicu kemarahan kelompok sekuler keras Turki.
"Langkah ini merupakan tindakan penyimpangan. Bagaimana lagi Anda bisa menjelaskan itu?" kata Gursel Tekin, wakil presiden dari partai oposisi utama Partai CHP.
Maskapai penerbangan Turki membela larangan tersebut dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan Selasa bahwa "riasan wajah yang sederhana, rapi dan dalam warna pastel, lebih disukai untuk staf
yang bekerja di sektor jasa. "
Dalam beberapa bulan terakhir bisnis maskapai yang tengah berkembang - 49 persen milik negara - juga telah menghentikan layanan alkohol pada penerbangan dalam negeri.
Pada bulan Februari, gambar seragam baru yang diusulkan untuk pramugari juga menampilkan gaun panjang semata kaki dan topi bergaya Ottoman fez yang dikritik karena terlalu konservatif. Panjang rok para pramugari Maskapai Turki sebelumnya ada di atas lutut.
Namun seragam baru yang lebih konservatif itu belum diberlakukan.
Akar Islam Perdana Menteri Recep Tayyin Erdogan dan Partai Pembangunan dan Keadilan, yang berkuasa selama lebih dari satu dasawarsa, sering dituduh berupaya untuk memaksa negara itu guna menjadi lebih konservatif dan saleh.
Turki adalah negara sekuler keras, meskipun mayoritas rakyatnya muslim. Di bawah kepemimpinan Erdogan jilbab - yang dilarang di lembaga-lembaga publik - telah lebih sering terlihat di tempat umum dan larangan alkohol diperluas. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kualifikasi Piala Dunia 2026 : Spanyol cetak kemenangan telak 6-0 ketika bertandang ke markas Turki
08 September 2025 4:46 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2026 : Turki raih kemenangan 3-2 Georgia, Wales menang tipis atas Kazakhstan
05 September 2025 4:51 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018