Abidjan, (ANTARA/Reuters) - Mantan pemberontak di Pantai Gading yang membantu membawa Presiden Alassane Outtara berkuasa menggunakan kedudukan baru di militer untuk memperluas jaringan kriminil yang menghasilkan jutaan dolar di seluruh negara, kata satu laporan PBB. Kekuasaan kriminil para komandan daerah itu, kata para pakar PBB dalam laporan yang diperlihatkan kepada AFP, Jumat, bertanggung jawab bagi penyelundupan di sejumlah sektor dan pemerasan dalam skala luas. Negara penghasil coklat penting dunia itu bangkit setelah satu dasa warsa konflik politik yang berakhir dalam perang saudara singkat pascapemilu tahun 2011 dipicu penolakan Presiden (waktu itu) Laurent Gbagbo untuk mengakui kekalahannya menghadapi Ouattara dalam pemilu akhir tahun 2010. Prancis dan pemberontak daerah utara yang didukung PBB, dikenal sebagai Forces Nouvelles, menangkap Gbagbo April 2011, yang nyaris menimbulkan perang berskala luas. Para pemimpin utama pemberontak, atau para komandan daerah, kini memegang jabatan-jabatan komando yang strategis dalam militer pemerintah itu, FRCI. "Pemerintah Pantai Gading sekarang telah mengintegrasikan mantan komandan-komandan daerah ke angkatan bersenjata nasional tanpa para komandan meninggalkan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ganas bergaya panglima perang," kata para pakar PBB. Para pemimpin Forces Novelles sering menghadapi tuduhan-tuduhan melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan kegiatan kriminil setelah menguasai daerah utara atau separuh dari negara itu tahun 2002. Akan tetapi, laporan tim ahli itu, yang bertugas memantau embargo senjata yang diberlakukan PBB, mengatakan komandan-komandan daerah menggunakan kedudukan baru mereka untuk membangun satu "jaringan ekonomi militer" yang kini menyebar ke seluruh negara itu. Menurut laporan itu,jaringan itu dikuasai oleh Ouattara Issiaka yang dikenal sebagai Wattao, Herve Toure alias Vetcho, Kone Zakaria, Cherif Ousmane dan Martin Kouakou Fofie. Kouakou Fofie telah dikenakan larangan perjalanan dari PBB dan pembekuan asset sejak tahun 2006. Para pejabat Pantai Gading tidak segera dapat dihubungi untuk diminta tanggapan mereka mengenai hasil temuan laporan itu. Tim para ahli itu menemukan truk-truk militer digunakan mengangkut coklat yang diselundupkan ke negara-negara tetangga terutama Ghana. "Pihak berwenang Pantai Gading memperkirakan selama tahun 2011 dan 2012 , coklat yang diselundupkan mencapai 152.000 ton yang membuat pendapatan fiskal pemerintah hilang 76 juta dolar AS," kata laporan itu. Para komandan daerah memperoleh jutaan dolar dari uang suap yang dibayar kepada pos-os pemeriksaan militer dan polisi di seluruh negara itu dan dari sistem pajak iiegal dan paralel, kata para ahli itu. Sekitar 3.000 orang tewas dalam konflik tahun 2011 di Pantai Gading , dengan pelanggaran hak asasi manusia berat dilakukan kedua pihak. Gbagbo menunggu diadili di Pengadilan Pidana Internasional atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan. Istrinya, Simone juga dicari pengadilan itu atas tuduhan-tuduhan yang sama. (*/sun)