Pemilik Pabrik yang Ambruk dan Menewaskan 332 Orang Ditangkap
Sabtu, 27 April 2013 12:02 WIB
Dhaka, (Antara/Xinhua-OANA) - Setelah protes rusuh sehubungan dengan ambruknya gedung pada Rabu (24/4), yang sejauh ini telah menewaskan 332 orang, dua dari lima pemilik pabrik pakaian jadi yang berada di bangunan yang ambruk di Bangladesh ditangkap pada Sabtu pagi.
Kedua orang tersebut menyerahkan diri kepada detektif beberapa jam setelah Perdana Menteri Sheikh Hasina Wajeed dalam pertemuan larut malam pada Jumat dengan para pemimpin Perhimpunan Eksporter dan Pabrik Pakaian Bangladesh (BGMEA) dan Perhimpunan Eksporter dan Pabrik Rajutan Bangladesh (BKMEA) mengatakan akan bertindak tegas terhadap para pemilik jika mereka tidak menyerahkan diri kepada polisi.
"Kami telah meminta Mahbubur Rahman Tapas dan Bazlul Samad Adnan, pemilik New Weave Bottoms dan New Weave Sytle, agar menyerahkan diri kepada kami saat mereka menyerahkan diri di gedung BGMEA pada Sabtu dini hari," kata seorang pejaba Cabang Detektif kepada Xinhua, Sabtu pagi.
Pejabat tersebut, yang memilih tak disebutkan jatidirinya, mengatakan mereka sedang mencari pemilik tiga pabrik lain dan pemilik bangunan itu, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu siang.
Pemilik gedung tersebut, Sohel Rana, menyembunyikan diri tak lama setelah diselamatkan dari reruntuhan bangun delapan lantai yang ambruk.
Karena terdorong oleh pemilik gedung, semua pemilik lima parbik diduga sudah memaksa pegawai mereka untuk bekerja pada Rabu, sekalipun beberapa retakan ditemukan pada Selasa.
Dalam tindakan yang kelihatan untuk memadamkan kerusuhan yang berlangsung di kalangan pekerja yang menuntut hukuman berat bagi para pemilik bangunan dan pabrik, sektor pakaian jadi di Bangladesh, Jumat (26/4), mengumumkan penutupan semua pabrik di seluruh negeri itu pada Sabtu dan Ahad.
Beberapa jam setelah pengumuman tersebut dikeluarkan, lebih dari 10 serikat pekerja menyerukan pemogokan dari fajar hingga senja di sektor pakaian jadi pada Ahad. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Satu abad Pabrik teh Kayu Aro: pastikan produksi kualitas ekspor tetap terjaga
06 October 2025 4:35 WIB
Satu Abad - PTPN IV Regional 4 sulap bekas rumah sakit Kayu Aro jadi pabrik kopi
06 October 2025 4:35 WIB
Di momen HUT RI, PT BSS Pasaman Barat salurkan CSR untuk atasi kemiskinan dan stunting
18 August 2025 12:34 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018