Mahasiswa UIN Aceh asal Malaysia terinfeksi positif corona diduga saat dalam perjalanan
Selasa, 21 April 2020 9:59 WIB
ARSIP - Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif (kiri) di Kabupaten Aceh Besar. (ANTARA/Khalis)
Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Kesehatan Aceh menyatakan dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh asal Malaysia berinisial NA dan NI yang terinfeksi positif virus corona penyebab penyakit COVID-19, diduga terjangkit saat dalam perjalanan pulang ke negara asalnya dari daerah Tanah Rencong.
"Kami menduga mahasiswi ini terinfeksi di pesawat, atau pun di bandara," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif di Banda Aceh, Senin (20/4).
Ia menjelaskan pihaknya telah menyambangi tempat tinggal NA binti MY, yakni salah satu mahasiswa asal Malaysia yang positif COVID-19, di Gampong (desa) Blang Krueng, Baiturrahman, Kabupaten Aceh Besar.
"Teman satu kosnya negatif (COVID-19). Pemilik rumah juga menyampaikan yang bersangkutan hampir tidak pernah keluar rumah. Palingan seminggu sekali keluar berbelanja," katanya.
Kendati demikian, dalam upaya langkah antisipasi pihaknya juga telah menyemprot cairan disinfektan, mulai dari pekarangan hingga ke dalam rumah mahasiswa tersebut. Sebab itu mereka menduga NA terinfeksi saat dalam perjalanan pulang.
Bahkan, kata dia, pihak Dinkes Aceh juga akan melakukan pemeriksaan sampel swab tetangga NA, guna memastikan daerah tempat tinggal mahasiswi itu aman dari dugaan penularan COVID-19.
"Mereka pulang ke Malaysia kan sama-sama dengan positif COVID-19 lain. Jadi kami belum bisa melihat daerah tempat tinggal mahasiswi tersebut selama di Aceh sebagai sumber penularan," katanya.
Sementara itu, Hanif menambahkan, pihaknya belum mendeteksi tempat tinggal NI binti MF tersebut selama di Banda Aceh. Katanya, mahasiswi tersebut belum dapat dihubungi karena sedang menjalani masa karantina, namun pihaknya terus melakukan penelusuran tempat tinggalnya.
"Laporannya dia tinggal di Jalan Tgk Di Blang Darussalam. Jadi antara dua mahasiswi (NA dan NI) ini tidak saling kenal, jadi susah kita tracing dia tinggal di mana," katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Gugus Pencegahan COVID-19 UIN Ar-Raniry Ibnu Sa'dan mengatakan data mahasiswa mereka asal Malaysia yang positif COVID-19 sebanyak dua orang. Ia mengoreksi data yang disampaikan sebelumnya, bahwa ada tiga orang mahasiswa Malaysia yang dinyatakan positif.
"Iya benar dua orang, bukan tiga (orang, red)," katanya, menjelaskan.
Seperti diketahui, dua mahasiswa dari Aceh tersebut merupakan bagian dari 106 mahasiswa Malaysia yang dipulangkan Pemerintah Malaysia, dalam gelombang pemulangan ke tiga.
Keduanya berangkat dari Tanah Rencong menuju ke Bandara Kualanamu Sumatera Utara pada Kamis (16/4) lalu. Setelah transit empat jam, mereka langsung bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia.
Selanjutnya diambil sampel swab dan menjalani karantina di pusat karantina di Malaka, Malaysia. Akhirnya, Kementerian Kesehatan Malaysia mengumumkan hasil dari 106 sampel swab tersebut, 65 diantaranya dinyatakan positif COVID-19.
"Kami menduga mahasiswi ini terinfeksi di pesawat, atau pun di bandara," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif di Banda Aceh, Senin (20/4).
Ia menjelaskan pihaknya telah menyambangi tempat tinggal NA binti MY, yakni salah satu mahasiswa asal Malaysia yang positif COVID-19, di Gampong (desa) Blang Krueng, Baiturrahman, Kabupaten Aceh Besar.
"Teman satu kosnya negatif (COVID-19). Pemilik rumah juga menyampaikan yang bersangkutan hampir tidak pernah keluar rumah. Palingan seminggu sekali keluar berbelanja," katanya.
Kendati demikian, dalam upaya langkah antisipasi pihaknya juga telah menyemprot cairan disinfektan, mulai dari pekarangan hingga ke dalam rumah mahasiswa tersebut. Sebab itu mereka menduga NA terinfeksi saat dalam perjalanan pulang.
Bahkan, kata dia, pihak Dinkes Aceh juga akan melakukan pemeriksaan sampel swab tetangga NA, guna memastikan daerah tempat tinggal mahasiswi itu aman dari dugaan penularan COVID-19.
"Mereka pulang ke Malaysia kan sama-sama dengan positif COVID-19 lain. Jadi kami belum bisa melihat daerah tempat tinggal mahasiswi tersebut selama di Aceh sebagai sumber penularan," katanya.
Sementara itu, Hanif menambahkan, pihaknya belum mendeteksi tempat tinggal NI binti MF tersebut selama di Banda Aceh. Katanya, mahasiswi tersebut belum dapat dihubungi karena sedang menjalani masa karantina, namun pihaknya terus melakukan penelusuran tempat tinggalnya.
"Laporannya dia tinggal di Jalan Tgk Di Blang Darussalam. Jadi antara dua mahasiswi (NA dan NI) ini tidak saling kenal, jadi susah kita tracing dia tinggal di mana," katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Gugus Pencegahan COVID-19 UIN Ar-Raniry Ibnu Sa'dan mengatakan data mahasiswa mereka asal Malaysia yang positif COVID-19 sebanyak dua orang. Ia mengoreksi data yang disampaikan sebelumnya, bahwa ada tiga orang mahasiswa Malaysia yang dinyatakan positif.
"Iya benar dua orang, bukan tiga (orang, red)," katanya, menjelaskan.
Seperti diketahui, dua mahasiswa dari Aceh tersebut merupakan bagian dari 106 mahasiswa Malaysia yang dipulangkan Pemerintah Malaysia, dalam gelombang pemulangan ke tiga.
Keduanya berangkat dari Tanah Rencong menuju ke Bandara Kualanamu Sumatera Utara pada Kamis (16/4) lalu. Setelah transit empat jam, mereka langsung bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia.
Selanjutnya diambil sampel swab dan menjalani karantina di pusat karantina di Malaka, Malaysia. Akhirnya, Kementerian Kesehatan Malaysia mengumumkan hasil dari 106 sampel swab tersebut, 65 diantaranya dinyatakan positif COVID-19.
Pewarta : Khalis Surry
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumbar bersama Pemkab Pasaman Barat resmikan jembatan menuju Pelabuhan Teluk Tapang
13 February 2026 20:30 WIB
Pemprov Sumbar Hentikan Sementara Aktivitas Tambang Bermasalah di Padang Pariaman
11 February 2026 11:07 WIB
DAUN Ramadan Fest 2026, Sinergi BI dan Pemprov Sumbar Jaga Stabilitas Harga Pangan
08 February 2026 19:11 WIB
Pemprov Sumbar Targetkan Penyintas Banjir Sudah Tempati Huntara Sebelum Puasa
04 February 2026 16:22 WIB
Pemprov Sumbar Akan prioritaskan ke Daerah Terdampak Bencana pada Kegiatan Safari Ramadhan Tahun 2026
02 February 2026 15:31 WIB
Cek fakta, Pemprov DKI Jakarta habiskan Rp100 miliar untuk bongkar tiang monorel
29 January 2026 11:14 WIB
Pemprov Sumbar-Pemkab Pasaman Barat sosialisasikan pemungutan Pajak air permukaan
28 January 2026 19:34 WIB
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Personel Lanud Pangeran M Bun Yamin asah kemampuan melalui latihan aeromodeling
13 February 2026 18:37 WIB
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB
Jalur Lembah Anai dan Sitinjau Lauik di Sumbar paling trending di akhir 2025
01 January 2026 7:08 WIB