9.300 dosen PTS di LL Dikti Wilayah X, baru 29 yang bergelar profesor
Rabu, 19 Februari 2020 17:24 WIB
Kepala LL Dikti Wilayah X Prof Herri serahkan penghargaan kepada dosen STKIP PGRI Sumatera Barat Prof. Dr. Ansofino, M.Si sebagai guru besar (Antara/Ist)
Padang (ANTARA) - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah X yang membawahi Sumbar, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau mengungkap dari 9.300 dosen perguruan tinggi swasta (PTS) baru 29 orang yang sudah berstatus profesor.
Kepala LL Dikti Wilayah X Prof Herri, di Padang, Rabu mengatakan pada 2019 terdapat sembilan orang dosen telah berstatus sebagai guru besar. Hal itu melampaui target yang sudah ditetapkan yaitu hanya sekitar lima orang saja.
"Semoga ke depannya terus meningkat," kata dia.
Ia berharap kepada para profesor tersebut agar terus berkarya dalam bentuk buku dan karya ilmiah sebagai kewajiban seorang guru besar dalam menyampaikan pemikirannya kepada masyarakat.
"Semoga bisa menjadi motivasi bagi dosen lainnya di lingkungan LL Dikti Wilayah X untuk meningkatkan pendidikan menuju guru besar," kata dia.
Tidak hanya itu, ia berharap para profesor terus melakukan pengaderan serta pembinaan terhadap dosen muda untuk meningkatkan jabatan akademik sampai ke jenjang guru besar.
"Semoga para dosen yang sudah bergelar doktor juga segera menyusul menuju profesor. Saat ini jumlah dosen bergelar doktor masih 623 dari 9.300 dosen di PTS," kata dia menerangkan.
Menurut dia dengan adanya dosen yang memiliki jabatan akademik sebagai guru besar akan meningkatkan kinerja perguruan tinggi itu sendiri.
Lebih lanjut ia mengatakan, sebelumnya seorang dosen dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Padang, Sumatera Barat Prof. Dr. Ansofino, M. Si telah dilantik secara resmi sebagai guru besar atau profesor dalam bidang ilmu ekonometrika.
"Beliau merupakan guru besar yang pertama di STKIP PGRI Sumatera Barat dan yang ke-28 di LL Dikti Wilayah X," kata dia.
Ia juga berpesan supaya kenaikan jabatan akademik tersebut tidak menjadi titik akhir dalam meniti karir ke depannya. Namun dijadikan sebagai titik awal untuk terus produktif.
"Tentunya, dengan jabatan tersebut pengalaman dalam menjalani tridharma perguruan tinggi menimbulkan kepercayaan diri yang tinggi untuk berkarya dan menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat," kata dia.
Kepala LL Dikti Wilayah X Prof Herri, di Padang, Rabu mengatakan pada 2019 terdapat sembilan orang dosen telah berstatus sebagai guru besar. Hal itu melampaui target yang sudah ditetapkan yaitu hanya sekitar lima orang saja.
"Semoga ke depannya terus meningkat," kata dia.
Ia berharap kepada para profesor tersebut agar terus berkarya dalam bentuk buku dan karya ilmiah sebagai kewajiban seorang guru besar dalam menyampaikan pemikirannya kepada masyarakat.
"Semoga bisa menjadi motivasi bagi dosen lainnya di lingkungan LL Dikti Wilayah X untuk meningkatkan pendidikan menuju guru besar," kata dia.
Tidak hanya itu, ia berharap para profesor terus melakukan pengaderan serta pembinaan terhadap dosen muda untuk meningkatkan jabatan akademik sampai ke jenjang guru besar.
"Semoga para dosen yang sudah bergelar doktor juga segera menyusul menuju profesor. Saat ini jumlah dosen bergelar doktor masih 623 dari 9.300 dosen di PTS," kata dia menerangkan.
Menurut dia dengan adanya dosen yang memiliki jabatan akademik sebagai guru besar akan meningkatkan kinerja perguruan tinggi itu sendiri.
Lebih lanjut ia mengatakan, sebelumnya seorang dosen dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Padang, Sumatera Barat Prof. Dr. Ansofino, M. Si telah dilantik secara resmi sebagai guru besar atau profesor dalam bidang ilmu ekonometrika.
"Beliau merupakan guru besar yang pertama di STKIP PGRI Sumatera Barat dan yang ke-28 di LL Dikti Wilayah X," kata dia.
Ia juga berpesan supaya kenaikan jabatan akademik tersebut tidak menjadi titik akhir dalam meniti karir ke depannya. Namun dijadikan sebagai titik awal untuk terus produktif.
"Tentunya, dengan jabatan tersebut pengalaman dalam menjalani tridharma perguruan tinggi menimbulkan kepercayaan diri yang tinggi untuk berkarya dan menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat," kata dia.
Pewarta : Laila Syafarud
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Unbrah laksanakan Pengabdian Masyarakat Hibah Dikti percepat pemulihan Salarek Aia Agam
20 December 2025 14:20 WIB
Dirjen Dikti : PTS Sebagai Tulang Punggung Penopang Pendidikan Tinggi di Indonesia
12 April 2025 19:08 WIB, 2025
Berkunjung ke LLDIKTI Wilayah X Dirjen Dikti terima aspirasi terkait Pendidikan Tinggi di Sumbar
11 April 2025 18:41 WIB, 2025
Dirjen Dikti bersama Komisi X kunjungi Mentawai soroti APK Pendidikan Tinggi yang masih rendah
10 April 2025 16:30 WIB, 2025
Wisuda UNP ke-138 Hari Kedua: Dirjen Dikti dukung penguatan riset dan Inovasi
17 March 2025 14:30 WIB, 2025
LLDIKTI-X minta PTS kirimkan data implementasi merdeka belajar kampus merdeka
31 March 2022 15:34 WIB, 2022
Terpopuler - Kampus
Lihat Juga
ISI Padangpanjang buktikan kesiapan, UTBK-SNBT 2026 berjalan aman, nyaman dan profesional
24 April 2026 16:40 WIB
Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah gelar Focus Group Discussion revisi visi dan misi
20 April 2026 12:01 WIB
Guru besar UIN Raden Fattah: STAI Ar Risalah miliki strategi jitu hadapi globalisasi
17 April 2026 14:15 WIB
Polda Sumatera Barat - Universitas Bung Hatta jalin kerja sama bidang pendidikan
07 March 2026 13:57 WIB
Sri Meiyenti resmi raih gelar Doktor, angkat perspektif budaya dalam pencegahan stunting di Sumbar
03 February 2026 20:23 WIB