Parlemen Korsel Minta Korut Normalisasi Kompleks Industri
Kamis, 11 April 2013 10:49 WIB
Seoul, (Antara/Yonhap) - Para anggota parlemen dari partai yang berkuasa di Korea Selatan pada Rabu mendesak Korea Utara untuk menormalkan kegiatan di kompleks industri gabungan Kaesong.
Desakan itu dinyatakan sementara penarikan para pekerja oleh Korut dari kompleks itu meningkatkan keraguan atas masa depan apa yang dilihat sebagai simbol terakhir kerja sama ekonomi antar-Korea.
Dalam pertemuan para anggota senior partai, ketua Partai Saenuri Whang Woo-yea mengatakan, "Saya mendesak Korea Utara untuk menghormati tujuan awal Kompleks Industri Kaesong dan bersama-sama menjalankan upaya untuk melakukan normalisasi, dengan mengenyampingkan (ambisi-ambisi) politik dan nuklir."
Kedua Korea harus memiliki pandangan jangka panjang menyangkut Kaesong karena proyek tersebut merupakan simbol dan sumber pertukaran serta kerja sama antara Korea Selatan dan Korea Utara, kata Whang.
Kegiatan di pabrik-pabrik Korsel di Kaesong berhenti pada Selasa karena Korut menarik semua warganya yang bekerja pada perusahaan-perusahaan Korsel.
Satu pekan sebelumnya, Korut mulai memberlakukan larangan masuk bagi para pekerja dan kendaraan Korea Selatan ke wilayah itu sebagai langkah lebih luas negara tersebut dalam menjalankan provokasi terhadap Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Korut selama berminggu-minggu telah melancarkan ancaman militer dan melakukan tindakan-tindakan yang memancing kemarahan.
Anggota parlemen dari partai yang telah berkuasa selama lima periode itu, Nam Kyung-pil, juga meminta pemerintah Korea Selatan membuat langkah yang dapat membantu perusahaan-perusahaan Korsel menghadapi pembekuan kompleks industri Kaesong.
"Sekarang adalah saat yang tepat (bagi pemerintah) untuk menyatakan pengiriman utusan khusus ke (Korea) Utara untuk memulai pembicaraan," ujarnya. Ia merujuk kepada berbagai imbauan agar Korsel mengirim seorang utusan ke Korea Utara.
Anggota parlemen Won Yoo-chul mendesak Korut untuk "tidak sampai mengambil pilihan yang salah" dengan mengatakan bahwa Kompleks Industri Kaesong merupakan simbol kerja sama ekonomi antar-Korea yang dibangun agar warga kedua negara dapat hidup secara berdampingan dan memajukan perdamaian serta menjadi basis untuk penyatuan dua Korea.
Anggota lain parlemen, Yu Ki-ju, mengatakan, "Apa yang diinginkan (Korea) Utara adalah membuat para warga Korea Selatan dan masyarakat internasional ketakutan atas ancaman perang dan meminta dibukanya pembicaraan dengan Korut."
Kompleks industri yang mulai beroperasi tahun 2004 itu menggabungkan modal dan teknologi Korea Selatan dengan tenaga kerja Korea Utara --yang murah.
Sebelum Kaesong dibekukan, tercata sekira 53.000 warga Korea Utara yang bekerja 123 perusahaan Korea Selatan. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Saat bertemu Presiden Lee, Prabowo cerita anak muda Indonesia gandrung K-Pop
01 November 2025 20:05 WIB
Ini daftar negara lolos Piala Asia U-23: Korsel hingga Vietnam dapat tiket
10 September 2025 10:28 WIB
Timnas Indonesia tidak minder segrup dengan Korsel di Kualifikasi Piala Asia U-23
30 May 2025 17:56 WIB
Piala Sudirman 2025 : Alwi bawa Indonesia samakan kedudukan 1-1 melawan Korsel
03 May 2025 20:00 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018