Kesabaran dan Konsistensi Kunci Penanganan Autisme
Selasa, 9 April 2013 12:02 WIB
Jakarta, (Antara) - Para orang tua penderita autis perlu untuk memahami bahwa gejala autisme bersifat individual, berbeda antara anak yang satu dengan lainnya sehingga dibutuhkan penanganan berbeda.
"Penanganan autisme membutuhkan kesabaran dan konsistensi dalam pelaksaannya karena sifatnya yang individual ini," kata Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kementerian Kesehatan Akmal Taher pada pembukaan Seminar Sehari Peringatan Hari Autisme Sedunia di Jakarta, Selasa.
Akmal yang membacakan sambutan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan penanganan anak penderita autisme itu merupakan sebuah perjalanan panjang dan diharapkan agar para orang tua tidak berhenti pada ketidakmampuan anak saja, tetapi harus juga berupaya menggali bakat serta potensi yang dimiliki.
Sedangkan intervensi yang harus dilakukan adalah dengan memberikan terapi sesuai dengan masalah yang dialami misalnya terapi wicara untuk masalah komunikasi, terapi perilaku untuk masalah perhatian dan terapi okupasi untuk permasalahan perkembangan motorik.
"Penanganan anak-anak penyandang autisme sangat tergantung pada pendekatan holistik yang meliputi diagnosa akurat, terapi dan pendidikan yang tepat serta dukungan kuat dari keluarga terdekat dan semua sektor terkait," kata Akmal.
UNESCO pada tahun 2011 melaporkan ada 35 penyandang autisme di seluruh dunia atau rata-rata 6 dari 1.000 orang menderita autisme.
Sementara penelitian Center for Disease Control (CDC) di Amerika Serikat pada 2008 menyatakan perbandingan antara anak berumur 8 tahun yang menderita autisme dan tidak adalah 1:80.
Untuk Asia, penelitian yang pernah dilakukan adalah Hongkong Study pada 2008 yang melaporkan tingkat kejadian autisme dengan prevalensi 1,68 per 1.000 untuk anak dibawah 15 tahun.
Saat ini, belum ada penelitian khusus mengenai data autisme pada anak di Indonesia namun jika diasumsikan dengan prevalensi autisme pada anak di Hongkong, maka diperkirakan terdapat lebih dari 112 ribu anak penyandang autisme pada rentang usia 5-19 tahun.
Autisme merupakan gangguan perkembangan yang kompleks dengan gejala meliputi perbedaan dan ketidakmampuan dalam berbagai bidang seperti kemampuan komunikasi sosial, kemampuan motorik kasar, motorik halus serta tidak mampu berinteraksi sosial.
Aspek gangguan perkembangan itu dapat muncul dalam bentuk berbeda dengan sekumpulan gejala klinis yang dilatarbelakangi berbagai faktor yang sangat bervariasi, berkaitan dan unik.
Sejak tahun 2007, PBB menyetujui tanggal 2 April diperingati sebagai Hari Autisme Sedunia yang dimaksudkan untuk memberikan perhatian terhadap autisme dan mendorong negara-negara anggota untuk mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang autisme.(*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (16/02/2025) hari ini tak bergerak
16 February 2026 8:40 WIB
Emas UBS Rp2,998 juta/gr dan Galeri24 Rp2,981 juta/gr di Minggu (15/02/2026) hari ini
15 February 2026 6:50 WIB
Jadwal dan lokasi layanan SIM Keliling Kota Padang, hari ini Minggu (15/02/2026)
15 February 2026 5:06 WIB
Gelar raker, LPTQ Padang fokus bahas strategi pembinaan berjenjang qori dan qoriah
14 February 2026 17:45 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018