Seorang Tewas dalam Bentrokan Militer-Separatis di Yaman
Minggu, 7 April 2013 9:05 WIB
Sana'a, (Antara/Xinhua-OANA) - Seorang prajurit Yaman tewas dan empat lagi cedera, Sabtu (6/6), selama bentrokan antara militer dan kelompok separatis bersenjata di Provinsi Lahj, yang bergolak di Yaman Selatan, kata satu sumber polisi provinsi.
Bentrokan tersebut meletus setelah satuan prajurit secara paksa membuka toko dan pasar dalam upaya mengakhiri pembangkangan masyarakat, yang dilakukan pada Sabtu pagi oleh kelompok separatis Gerakan Selatan di Ibu Kota Provinsi Lahj, Houta.
"Campur tangan militer memicu baku-tembak singkat dengan pendukung separatis yang mengawasi pembangkangan masyarakat hampir setiap hari di kota tersebut, sehingga seorang prajurit tewas dan dua prajurit lagi serta dua pejalan kaki cedera," kata sumber itu.
"Enam anggota kelompok separatis bersenjata ditangkap setelah bentrokan tersebut," kata sumber itu melalui telepon kepada Xinhua.
Sementara itu, seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri memberitahu Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi-- kelompok separatis bersenjata Gerakan Selatan melepaskan tembakan ke satu mobil milik Gubernur Aden Waheed Ali Rashied pada Jumat malam (5/4).
"Pengemudi dan seorang pengawalnya menderita luka tembak, sementara gubernur itu tak berada di mobil ketika mobil tersebut menjadi sasaran serangan separatis pada Jumat malam di satu jalan di Aden," kata pejabat itu.
Kerusuhan tersebut terjadi saat puluhan ribu pendukung Gerakan Selatan melancarkan pawai setiap hari guna memprotes dialog perujukan nasional, yang dilancarkan pada Maret oleh Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi sebagai bagian dari penyelesaian politik dukungan PBB guna memelihara perdamaian Yaman.
Warga Yaman Selatan mengeluh mereka secara ekonomi dan politik disisihkan dan didiskriminasi oleh mantan rejim sejak tentara Yaman Utara menang perang empat-bulan pada 1994.
Pembicaraan tersebut bertujuan memberi ganti rugi kepada rakyat Yaman Selatan, merangcang undang-undang dasar baru dan melicinkan jalan bagi pemilihan umum paling lambat pada Februari 2014.
Namun, para pemimpin kelompok separatis Gerakan Selatan menolak untuk menghadiri pembicaraan itu, dan berkeras pemerinta yang berpusat di Yaman Utara mesti menarik tentaranya dari Yaman Selatan. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Update korban kecelakaan beruntun di Panyalaian, lima tewas dan tiga luka-luka
26 January 2026 18:50 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018