Payakumbuh akan kembangkan pariwisata berbasis digital
Kamis, 28 November 2019 15:25 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh, Andiko Jumarel. (Antara/Etri Saputra)
Payakumbuh, (ANTARA) - Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, akan mengembangkan sektor pariwisata berbasis digital untuk menggenjot kunjungan wisatawan datang ke daerah itu.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh, Andiko Jumarel di Payakumbuh, Kamis mengatakan di era digitalisasi saat ini peran guide mulai terpinggirkan.
"Tidak perlu lagi guide atau pembimbing ke sana-kemari mempromosikan wisata daerah, yang diperlukan saat ini adalah akses digital atau google untuk mempromosikan tempat wisata di Payakumbuh," katanya.
"Misalnya objek wisata Ngalau Indah Payakumbuh, kalau objek wisata itu sudah ada di dalam google maka orang akan tahu objek itu seperti apa, dan kita harus mengarah ke arah seperti itu," tambahnya.
Tidak saja promosi objek wisata alam, salah satu upaya untuk menarik dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Payakumbuh juga dengan menggelar iven pariwisata.
Salah satu event yang diadakan dalam waktu dekat adalah Payakumbuh Botuang Festival, bertempat di Panorama Ampangan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, yang digelar pada 7-8 Desember 2019.
Ia mengatakan pengenalan objek wisata melalui digital tersebut akan disinkronkan atau digabungkan dengan produk IKM yang ada di Payakumbuh.
Karena menurutnya meningkatnya kunjungan wisata bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat dan juga Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
"Salah satu tujuan kita meningkatkan kunjungan wisatawan ke Payakumbuh adalah meningkatkan ekonomi masyarakat, serta pendapatan asli daerah," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh, Andiko Jumarel di Payakumbuh, Kamis mengatakan di era digitalisasi saat ini peran guide mulai terpinggirkan.
"Tidak perlu lagi guide atau pembimbing ke sana-kemari mempromosikan wisata daerah, yang diperlukan saat ini adalah akses digital atau google untuk mempromosikan tempat wisata di Payakumbuh," katanya.
"Misalnya objek wisata Ngalau Indah Payakumbuh, kalau objek wisata itu sudah ada di dalam google maka orang akan tahu objek itu seperti apa, dan kita harus mengarah ke arah seperti itu," tambahnya.
Tidak saja promosi objek wisata alam, salah satu upaya untuk menarik dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Payakumbuh juga dengan menggelar iven pariwisata.
Salah satu event yang diadakan dalam waktu dekat adalah Payakumbuh Botuang Festival, bertempat di Panorama Ampangan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, yang digelar pada 7-8 Desember 2019.
Ia mengatakan pengenalan objek wisata melalui digital tersebut akan disinkronkan atau digabungkan dengan produk IKM yang ada di Payakumbuh.
Karena menurutnya meningkatnya kunjungan wisata bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat dan juga Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
"Salah satu tujuan kita meningkatkan kunjungan wisatawan ke Payakumbuh adalah meningkatkan ekonomi masyarakat, serta pendapatan asli daerah," ujarnya.
Pewarta : Etri Saputra
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PTBA revitalisasi GPK Ombilin Sawahlunto senilai Rp22 miliar dukung wisata heritage
13 February 2026 16:07 WIB
Pariaman upayakan percepat pemulihan ekonomi dampak bencana dengan perbanyak kegiatan wisata
28 January 2026 18:02 WIB
Objek wisata di Padang Pariaman mulai dikunjungi wisatawan pasca terdampak bencana
26 January 2026 11:19 WIB
Kunjungan wisatawan menurun, pelaku wisata Ngarai Sianok berharap dukungan pemerintah
05 January 2026 14:34 WIB